Rantai makanan adalah
perpindahan energi makanan
dari sumber daya tumbuhan melalui seri organisme atau melalui jenjang
makan. Pada setiap tahap pemindahan energi, 80%–90% energi
potensial hilang sebagai panas. Dalam kata lain rantai makanan adalah
proses makan dan dimakan antara makhluk hidup satu dengan makhluk
hidup yang lain dengan urutan tertentu yang melibatkan; Produsen,
Konsumer dan Dekomposer.
Para ilmuwan ekologi mengenal tiga
macam rantai pokok, yaitu rantai pemangsa, rantai parasit, dan rantai
saprofit.
Rantai Pemangsa
Landasan utama dari Rantai Pemangsa
adalah tumbuhan hijau sebagai produsen. Rantai pemangsa dimulai dari
hewan yang bersifat herbivora sebagai konsumen I, dilanjutkan dengan
hewan karnivora yang memangsa herbivora sebagai konsumen ke-2 dan
berakhir pada hewan pemangsa karnivora maupun herbivora sebagai
konsumen ke-3.
Contoh rantai pemangsa : Padi ->
Belalang -> Ayam -> Musang.
Keterangan: Padi (produsen), dimakan
oleh belalang (konsumer ke-1), belalang dimakan oleh ayam (konsumer
ke-2), ayam dimakan oleh musang (konsumer ke-3)
Rantai Parasit
Rantai parasit dimulai dari organisme
besar hingga organisme yang hidup sebagai parasit. Contoh organisme
parasit antara lain cacing pada tubuh manusia, bakteri pada
penyakit, dan benalu pada tumbuhan. Organisme parasit mendapatkan
makanan dengan cara menyerap sari-sari makanan pada inangnya,
sehingga organisme parasit termasuk organisme yang merugikan,
hubungan ini disebut simbiosis parasitisme, yaitu hubungan antara
dua makhluk hidup dimana yang satu diuntungkan dan yang lain
dirugikan.
Rantai Saprofit
Rantai saprofit dimulai dari organisme
mati ke jasad pengurai. Misalnya jamur dan bakteri. Rantai-rantai di
atas tidak berdiri sendiri tapi saling berkaitan satu dengan lainnya
sehingga membentuk jaring-jaring makanan
Salah satu cara suatu komunitas
berinteraksi adalah dengan peristiwa makan dan dimakan, sehingga
terjadi pemindahan energi, elemen kimia, dan komponen lain dari satu
bentuk ke bentuk lain di sepanjang rantai makanan.
Contoh rantai makanan :
Padi -> belalang -> ayam ->
ular -> elang ->dekomposer
Padi -> tikus -> ular
sawah->elang -> dekomposer
Rumput -> siput -> bebek ->
harimau -> dekomposer
Seperti kita ketahui organisme di
tingkat pertama biasanya paling melimpah, sedangkan organisme di
tingkat kedua, ketiga, dan selanjutnya makin berkurang. Dapat
dikatakan bahwa pada kebanyakan komunitas normal, jumlah tumbuhan
selalu lebih banyak daripada organisme herbivora. Demikian pula
jumlah herbivora selalu lebih banyak daripada jumlah karnivora
tingkat 1. Kamivora tingkat 1 juga selalu lebih banyak daripada
karnivora tingkat 2. Organisme dengan tingkat trofik masing –
masing dapat disajikan dalam piramida jumlah.