Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Ekologi>Kerusakan Ekosistem Hutan

Kerusakan Ekosistem Hutan

oleh: SangObsesi     Pengarang : tajuk warta kehati
ª
 
KAWASANHUTAN
Berbagai kawasan hutan di Indonesia, seperti
hutan gambut yang tumbuh di lahan-lahan basah
gambut, yang sangat masam (pH 4.0) dan
berkandungan hara rendah, serta lahan hutan hujan
pamah Dipterocarparceae ataupun non-
Dipteroracpaceae telah banyak yang mengalami
kerusakan. Salah satu kasus yang paling menonjol
adalah pembukaan lahan gambut secara besarbesaran
-- dalam rangka Proyek Pengembangan
Lahan Gambut (PPLG) sejuta hektar di Kalimantan
Tengah pada tahun 1995 -- tanpa mempedulikan
dampaknya terhadap lingkungan hidup. Program di
lahan seluas 1.687.112 hektar tersebut diperuntukan
bagi pengembangan pertanian tanaman pangan, lahan
sawah, dan sebagai kawasan transmigrasi. Namun
gagasan tersebut pudar seiring dengan munculnya
sistem pemerintahan yang baru. Akibatnya lahanlahan
itu dibiarkan membentuk semak-semak belukar
sehingga para transmigran yang sudah lama
bermukim di sekitar tempat itu pun tidak dapat lagi
menggarap lahan tersebut, karena selain lahannya
sudah tidak subur, banyak hama tikus dan babi hutan.
Di samping itu, air di parit-parit pun berwarna gelap
kemerah-merahan serta asam, sehingga bila
dikonsumsi dapat merusak gigi (Kompas, 8 Mei 2000).
Masalah lainnya, peladangan liar oleh
penduduk pendatang, kebakaran hutan dan lahan,
pemberian konsesi hutan (HPH), pembukaan hutan
untuk transmigrasi dan perkebunan besar, serta
pencurian hasil hutan, juga telah menyebabkan
kerusakan ekosistem hutan secara besar-besaran.
Akibatnya, keanekaragam flora dan fauna hutan
menurun drastis, serta manfaat hutan bagi manusia
dapat terganggu atau hilang sama sekali. Contohnya,
hilangnya manfaat yang langsung bagi manusia,
antara lain hasil kayu, getah, sumber obat-obatan,
bahan industri, bahan kosmetik, bahan buah-buahan
dan lain-lain. Di samping itu, manfaat hutan secara
tidak langsung juga ikut hilang. Misalnya, sebagai
pengatur tata air di alam (hidroorologi), memberi
keindahan di alam, menjaga kelembaban udara,
memelihara iklim lokal, habitat satwa liar, sumber
plasma nutfah, kepentingan rekreasi, kepentingan
ilmiah, dan lain-lain.
Secara umum, adanya gangguan hutan di
mana-mana, yang paling merasakan akibatnya secara
langsung adalah penduduk yang bermukim di kawasan
atau sekitar kawasan hutan. Rusak atau hilangnya
hutan, bukan saja dapat mengakibatkan gangguan
lingkungan hayati, tapi juga secara langsung dapat
mengganggu kehidupan sosial ekonomi dan budaya
masyarakat pedesaan hutan. Mereka yang tadinya
mendapatkan bahan makanan dari jenis-jenis
tumbuhan atau satwa liar dengan secara bebas di
hutan, akan kehilangan sumber kehidupannya.
Diterbitkan di: 05 Maret, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    koq ga ada gambare Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa penyebab terjadinya kerusakan ekositem hutan Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.