• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

.

Manajemen Bencana

oleh : imine    



Manajemen Bencana
Apakah bencana dapat diprediksi? Sebagian besar bencana masuk ke dalam kategori risiko, bukan
kategori ketidakpastian. Ada perbedaan mendasar antara risiko dan ketidakpastian. Risiko selalu dikaitkan dengan ketersediaan informasi sehingga besarnya propabilitas kejadian dan besarnya dampak bisa diperhitungkan, semakin kecilnya informasi maka semakin sulit dilakukan kuantifikasi, maka kejadian tersebut semakin dekat kearah ketidakpastian. Sebaiknya, semakin banyak data dan informasi tersedia sehingga dapat dilakukan kuantifikasi, maka semakin tinggi kualitas resiko, artinya akurasi kuantifikasi semakin baik.
Bencana alam, termasuk sepertihalnya gempa bumi, tsunami, termasuk ke dalam kategori resiko karena ada data yang bisa di gunakan untuk memprediksi besar propabilitas dan dampak resiko tersebut. Data tersebut berkaitan dengan masa lalu kejadian, yang dapat digunakan untuk membantu perhitungan kuantitas risiko.
Apakah Manajemen Bencana ? University of Wisconsin mendefinisikan manajemen bencana sebagai serangkaian kegiatan yang didesain untuk mengendalikan situasi bencana dan darurat dan untuk mempersiapkan kerangka untuk membantu orang yang renta bencana untuk menghindari atau mengatasi dampak bencana tersebut. Manajemnen bencana berkaitan dengan situasi yang terjadi sebelumnya, selama,dan setelah bencana. Sedangkan Universitas British Columbia mendefinisikan manajemen bencana ialah proses pembentukan atau penetapan tujuan bersama dan nilai bersama (common value) untuk mendorong pihak-pihak yang terlibat (partisipan) untuk menyusun rencana dan menghadapi baik bencana potensial maupun akual.
Pada prinsipnya manajemen dilakukan secara sejak sebelum bencana terjadi, bukan pada saat dan setelah bencana menimpa. Adapun tujuan manajemen bencana yang baik adalah :
1. Menghindari kerugian pada individu, masyarakat dan Negara melalui tindakan dini. Tindakan ini merupakan pencegahan, tindakan ini efektif sebelum bencana it terjadi.
Tindakan penghindaran biasanya dikaitkan dengan beberapa upaya. Pertama penghilangan kemungkinan sebab. Kalau bencana itu bisa disebabkan oleh kesalahan manusia, tindakan penghilangan sebab tentunya bisa dilakukan. Tentunya hal ini akan sulit bila penyebabnya adalah alam yang memiliki energi di luar kemampuan manusia untuk melakukannya. Pergeseran lempeng bumi yang menyebabkan gempa bumi tektonik, misalnya, merupakan sebab yang sampai saat ini belum diatasi manusia. Oleh karena itu tindakan penghindaran bencana alam lebih diarahkan pada menghilangkan, atau mengurangi kondisi yang dapat menimbulkan bencana. Kondisi dimaksud dalah struktur bangunan yang sesuai untuk kondisi gempa yang dapat bangunan tahan terhadap goncangan, sehingga dapat menghidari kerugian fisik, ekonomi, dan lingkungan.
2. Meminimalisasi kerugian pada individu, masyarakat dan Negara berupa kerugian yang berkaitan dengan orang, fisik, ekonomi, dan lingkungan bila bencana tersebut terjadi, serta efektif bila bencana itu telah terjadi. Tetapi perlu diingat, piranti tindakan meminimalisasi kerugian itu telah dilakukan jauh sebelum bencana itu terjadi. Contoh bencana alam dengan cepat akan menimbulkan masalah pada kesehatan akibat luka parah, bahkan meninggal, maka tindakan minimalisasi yang harus dilakukan sejak dini adalah penyebaran pusat-pusat medis ke berbagai wilayah, paling tidak sampai tingkat kecamatan.
3. Meminimalisasi penderitaan yang ditanggung oleh individu dan masyarakat yang terkena bencana. Ada juga yang menyebut tindakan ini sebagai pengentasan. Tujuan utamanya adalah membantu individu dan masyarakat yang terkena bencana supaya dapat bertahan hidup dengan cara melepaskan penderitaan yang langsung dialami. Bantuan tenda, pembangunan kembali perumahan yang hancur, memberi subsidi, termasuk kedalam kategori ini. Pemberian pemulihan kondisi psikis individu dan masyarakat yang terkena bencana juga perlu karena bertujuan untuk mengembalikan optimisme dan kepercayaan diri.
4. Untuk memperbaiki kondisi sehingga indivudu dan masyarakat dapat mengatasi permasalahan akibat bencana. Perbaikan kondisi terutama diarahkan kepada perbaikan infrastruktur seperti jalan, jembatan, listrik, penyedian air bersih, sarana komunikasi, dan sebagainya
Diterbitkan di: Oktober 02, 2009
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.