Sebuah survey telah dilakukan di daerah Sumatera Selatan, Republik Indonesia dari tahun 1985 hingga1987 dengan rincian
sebagai berikut:
Tahap Awal | : Keseluruhan daerah (1.250 km2) telah diselidiki dengan metode interpretasi foto geologis sebelum dimulainya survey, dan daerah tersebut dibagi menjadi sebuah daerah seluas 1.238 km2 untuk survey awal dan sebuah daerah seluas 18 km2 untuk survey detil. Survei geologi dan geokimia kemudian dilakukan untuk survey pendahuluan awal dan survey detil.
Tahap Kedua | :
1) Enam sektor survey (totalnya 22 km2) di daerah Bt. Raja dipilih dari daerah survey awal, tahap awal, dan survey detil termasuk melakukan survey geologi, geokimia, dan magnet bumi.
2) Survei Pengeboran (10 lubang, 1.510 m) dilakukan di daerah S. Tuboh (luas daerah: 600 m x 500 m ), dipilih dari daerah tahap awal survey detil.
Tahap Ketiga: Survei Pengeboran (13 lubang, 3.170 m) dilakukan secara kontinu di daerah S. Tuboh.
Hasil-hasil dari survey-survei ini diringkas di bawah ini:
1. Geologi
Keadaan geologi daerah Sumatera Selatan adalah sebagai berikut:
(Jurassic – Cretaceous) : Formasi S. Rawas. Stratum dengan dominasi Limestone di Formasi Tengah dan Atas disebut sebagai Anggota Limestone Mersip.
(Cretaceous) : Formasi S. Kuwis
(Neogene) : Formasi Napalicin
Formasi Hulusimpang
Formasi S. Minak
(Kuartener) : Formasi Surulangun
Formasi Teras
Sistem Mesozoikum tersusun dari batuan pasir, lumpur, dan pyroclastic, dan sistem Cenozoikum utamanya tersusun dari batuan pyroclastic.
Batuan intrusif termasuk di antaranya diorite kuarsa dari aktivitas lava 80 juta tahun yang lalu, granit dan batuan alkali dari 60 – 50 juta tahun yang lalu, porfir diorite kuarsa Neogen, basal, andesit dan dasit.
Sistem Mesozoikum berjurus umumnya pada arah Barat Laut – Tenggara, namun sistem di daerah S Tuboh di mana survey detil dilakukan, arah Barat Laut – Tenggara dapat dikatakan tegak lurus terhadap arah yang umum.
2. Mineralisasi
Beberapa mineralisasi di bawah ini telah diamati atau direka dengan probabilitas yang tinggi. Dari semua ini, mineralisasi Ag-Zn-Pb jenis skarn yang ditemukan di S. Tuboh adalah jenis yang paling menjanjikan di daerah ini.
Mineralisasi di daerah ini adalah sebagai berikut:
a) Mineralisasi jenis skarn (3 indikasi: S. Tuboh, S. Kering, S. Sepan) di dalam daerah survey detil. Dari semua ini, indikasi S. Tuboh adalah yang paling bagus.
b) Mineralisasi jenis porfir tembaga, mineralisasi jenis skarn, dan jenis diseminasi pyrite di daerah Bt. Raja, semua dengan kualitas rendah dan dalam skala kecil.
c) Mineralisasi jenis diseminasi pyrite di daerah ujung bawah S. Kuwis, dengan kualitas rendah pada setiap indikasinya.
Jenis-jenis mineralisasi berikut juga telah terreka
d) Mineralisasi emas yang terdiseminasi dan batuan metamorf yang terreka di dalam daerah distribusi Mesozoikum. Ini kemungkinan adalah sumber dari endapan emas yang terkumpul di S. Rawas.
e) Mineralisasi emas epitermal Plio-Pleistosen yang tereka dari anomali geokimia yang ditemukan di daerah distribusi Neogene (Formasi Hulusimpang).
Sumber daya bawah tanah lainnya termasuk limestone dari daerah sekitar Bt. Bulang di Utara , dan pualam di dalam dan sekitar indikasi S. Tuboh.
3. Mineralisasi di daerah S. Tuboh
Cadangan bijih di 9 unit dari zona termineralisasi jenis skarn Ag-Zn-Pb-(Cu) ditemukan oleh survei-survei pengeboran di daerah S. Tuboh telah dihitung secara mendetil seperti yang ditunjukkan dalam tabel berikut:
Cadangan |
Kualitas |
Kandungan |
Bijih |
Au |
Ag |
Cu |
Pb |
Zn |
Au |
Ag |
Cu |
Pb |
Zn |
(x103 t) |
(g/t) |
(g/t) |
% |
% |
% |
kg |
kg |
t |
t |
t |
1,726 |
0,1 |
130 |
0,8 |
1,5 |
10 |
192 |
229.760 |
14,000 |
25,600 |
176,000 |
Cadangan Kualitas Kandungan
Bijih Au Ag Cu Pb Zn Au Ag Cu Pb Zn
(x 103 t) (g/t) (g/t) (%) (%) (%) (kg) (kg) (t) (t) (t)
1,726 0,1 130 0.8 1.5 10 192 229,760 14,000 25,600 176,000
Di pihak lain, dua indikasi dari S. Kering dan S. Sepan terdiri dari kumpulan bongkahan-bongkahan (hingga 10 m) kuarsa yang berbutir mikro. Bongkahan-bongkahan kuarsa yang berbutir kecil ini mengandung sejumlah kecil pyrite, galena, sphalerite dan kalkopirit. Dari singkapan-singkapan mereka, dua indikasi ini mungkin berada pada lokasinya sekarang dari singkapan yang runtuh akibat aliran lumpur klastik.
Cadangan sementara bijihnya yang mendekati 1.700.000 ton diperkirakan di daerah mineralisasi S. Tuboh. Adalah penting untuk mendapatkan perkiraan yang lebih akurat dari cadangan bijih tersebut mengenai kuantitas dan kualitasnya. Disarankan untuk survei-survei selanjutnya dilakukan di daerah S. Tuboh, termasuk pada indikasi-indikasi dari S. Karing ke S. Sepan, untuk mengevaluasi secara sintetik mengenai potensi daerah sekitar dan termasuk zona termineralisasi S. Tuboh.
Mable di bagian tengah S. Nilao juga sumber daya yang terlihat untuk eksploitasi di masa depan di dalam daerah S. Tuboh.