Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Ekologi>Global Warming = Hari Kiamat

Global Warming = Hari Kiamat

oleh: thora     Pengarang : luxo
ª
 

  Mencairnya Methane Hydrates = Kiamat???

Satu lagi informasi berita buruk, pemanasan global juga membawa satu potensi bencana besar bagi planet kita, yaitu mencairnya methane hydrates: metana beku yang tersimpan dalam bentuk es. Jumlahnya cukup mencengangkan: 3.000 kali dari metana yang ada saat ini di atmosfer.

Planet bumi menyimpan metana beku dalam jumlah yang sangat besar; disebut dengan methana hydrates atau methane clathrates. Methane hydrates banyak ditemukan di kutub utara dan kutub selatan, dimana suhu permukaan air kurang dari 00 Celcius, atau dasar laut pada kedalamn lebih dari 300meter, dimana temperatur air ada di kisaran 20 Celcius. Methane hydrates juga ditemukan di danau - danau yang dalam, seperti Danau Baikal di Siberia.

Metana adalah gas dengan emisi rumah kaca 23 kali lebih ganas dari karbondioksida (CO2), yang berarti gas ini kontributor yang sangat buruk bagi pemanasan global yang sedang berlangsung.

Berita buruknya adalah pemanasan global membuat suhu es di kutub utara dan di kutub selatan menjadi semakin panas, sehingga metana beku yang ada di dalam lapisan es kedua kutub tersebut juga ikut terlepaskan ke atmosfer. Para ilmuwan memperkirakan bahwa Antartika menyimpan kurang lebih 400 miliar ton metana beku, dan gas ini dilepaskan sedikit demi sedikit ke atmosfer seiring dengan semakin banyaknya bagian - bagians di Antartika yang runtuh. Anda bisa membayangkan betapa mengerikannya keadaan ini.: Bila Antartika kehilangan seluruh lapisan esnya, maka 400 miliar ton metana tersebut akan terlepas ke atmosfer! Ini belum termasuk metana beku yang tersimpan di dasar laut yang juga terancam mencair karena makin panasnya suhu lautan akibat pemanasan global.

Sekali terpicu, siklus ini akan menghasilkan pemanasan global yang sangat parah sehingga mungkin dapat disetarakan dengan datngnya kiamat!!.

Apakah ini fantasi yang dibuat - buat oleh aktifis lingkungan hidup dan para ilmuwan yang paranoid? Sayangnya tidak. Bukti - bukti geologi yang kuat menyatakan sedikitnya sudah kali planet kita mengalami kejadian yang sama.

Para ahli geologi menemukan bahwa malapetaka besar ini pernah terjadi kurang lebih 55 juta tahun lalu yang disebut oleh para ilmuwan sebagai Paleocene - Eocene Thermal Maximum ( PETM ). Saat itu semburan metana naik ke permukaan  sehingga mengakibatkan pemanasan planet dengan sangat cepat dan memyebabkan kematian massal, kemudian menggangu keadaan iklim bumi hingga 100.000 tahun kemudian.

Selain PETM, malapetaka besar juga pernah terjadi 250 juta tahun lalu, pada akhir dari periode Permian, dimana semburan metana menyapu bersih hampir seluruh kehidupan di planet bumi ini.

Lebih dari 94% spesies laut yang sekarang kita jumpai sebagai fosil mengalami kepunahan mendadak karena turunnya level oksigen. Lebih darih 500.000 tahun kemudian, beberapa spesies yang tersisa berjuang untuk bertahan hidup di lingkungan yang tidak bersahabat tersebut.

lalu bagaimana dengan keadaan kita sekarang? Dengan deposit metana beku yang luar biasa banyak, dengan makin besarnya wilayah es abadi di kutub yang mencair, dengan makin panasnya suhu lautan, dan dengan ditemukannya beberapa titik dimana metana beku mulai menyembur ke permukaan bumi. Maka kita akan sangat perlu untuk khwatir!

Sudah saatnya bagi kita untuk turut andil dalam usaha menghentikan pemanasan global yang terus terjadi. Sudah dibuktikan bahwa kita manusialah/kontributor utama pemanasan global yang dialami planet kita. Marilah segera kita bertindak! Jangan sampai kita mengulangi sejarah geologi yang kelam yang pernah dialami planet ini!

Diterbitkan di: 26 Mei, 2009   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.