Mengapa Gunung Api Meletuas Sangat Berbahaya
Gunung berapi yang sedang meletus
sangat berbahaya Karena mengeluarkan
bahan-bahan sebagai berikut :
1. Awan Emulsi, yaitu awan yang sangat panas sekali. Awan emulsi ada yang langsung
keluar dari kepundan gunung api atau dari lava yang mengalir. Suhunya mencapai
sekitar 200 derajat celicius
2. Banjir lava, lava dengan temperature tinggi yang mengalir dari puncak gunung sehingga
apa saja yang dilaluinya menjadi hancur dan meleleh.
3. Banjir lahar, ada dua macam, yaitu : lahar panas dan lahar dingin. Yang dimaksud lahar
panas adalah berupa aliran air panas dngan lumpur yang dimuntahkan dari
kepundan. Lahar dingin, berupa aliran air dingin dengan lumpur yang terjadi
karena air hujan lebat di sekitar puncak setelah terjadi letusan gunung api.
Lahar dingin dapat merusak tanah pertanian, perkebunan, perikanan, dan
peternakan serta permukiman penduduk, sebab tetimbunj oleh lahar dingin.
4. Gelombang pasang, hal ini dapat terjadi apabila gunung api tersebut terdapat di dasar
laut. Akibat dari hentakan yang sangat kuat dari dasar laut dapat menyebabkan
hentakan air laut dan menimbulkan gelombang laut.
Beberapa usaha untuk mengurangi
akibat dari bahaya letusan gunung api, anatar lain :
1) Mendirikan dan memfungsikan pos-pos pengamatan gunung api
2) Memfungsikan Sistem informasi geografi
3) Memasang sensor Gunung api
4) Membuat terongan-terowongan air pada kepundan yang berdanau
5) Mengungsikan penduduk dan ternak yang bertempat tinggal di lereng-lereng gunung api yang akan meletus
6) Memfungsikan dan memberdayakan penduduk di sekitar gunung api, untuk segera melapor
kejadia-kejadi awal terjadinya letusan gunung api
Selain mempunyai bahaya ternyata ada beberapa manfaat adanya gunung api, antara lain
:
1) Menjadi daerah perangkap atau penangkap hujan
2) Memperluas daerah pertanian karena semburan dari abu vulkanik
3) Menyuburkan tanah, karena abu vulkanis yang sudah mengalami pelapukan banyak mengandung
garam-garam dan mineral batuan yang sangat dibutuhkan oleh tanaman atau
tumbuhan
4) Memperbanyak jenis tanaman budi daya (tanaman perkebunan), karena adanya bermacam-macam zona
tumbuh-tumbuhan
5) Menjadi tempat wisata dan sanatorium, kerna udaranya yang sejuk dan menyegarkan serta
sedikit sekali polusinya
6) Menyebabkan letak mineral dekat dengan permukaan tanah, sehingga menjadi daerah pertambangan.