Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Ekologi>Konfrontasi Indonesia dengan Malaysia

Konfrontasi Indonesia dengan Malaysia

oleh: wandie     Pengarang : Iswandi
ª
 
Konfrontasi Indonesia dengan Malaysia terjadi pada saat penandatanganan konferensi London pada 31 Agustus 1963 yang menyatakan akan membentuk federasi Malaysia oleh Inggris. Dan ketika itu, di markas PBB :

Pemerintah Inggris : Hari saya putuskan Malaysia telah menjadi negara federasi
yang sudah diresmikan dan sudah ditanda tangani,
danseharuskan bagian dari Negara Indonesia yaitu
Kalimantan Utara menjadi Negara sendiri dengan menyatukan
Serawak, Brunei dan Sabah.

Dan pihak pemerintah Indonesia mengetahuinya, lalu :

Presiden Sukarno : Wahai Rakyat ku, seperti yang sudah kita ketahui, bahwa
Malaysia sudah menjadi Negara federasi dan juga bagian dari Negara kita akan menjadi Negara yang berdiri sendiri. Kita harus menggagalkannya, apakah rakyat ku setuju?

Bangsa Indonesia : Setuju, kami setuju…..
Kami setuju saja dengan pendapat Bapak, tapi kenapa kita harus menggagalkannya?

Presiden Sukarno : Ya kita harus menggagalkannya. Karena, Federasi Malaysia
itu adalah sebagai proyek neokolonialisme yaitu penjajahan corak baru dari Inggris yang bias membahayakan revolusi Negara kita.

Bangsa Indonesia : Baiklah kami setuju. Dan Pemerintah Filipina juga tidak
setuju dan ingin menggagalkannya.

Pemerintah Filipina : Saya juga akan menggagalkannya karena federasi Malaysia
Itu telah mendapat pengaruh buruk dari Inggris.
Dan terjadilah perundingan antara Malaysia, Filipina dan Indonesia pada April 1963 sampai Agustus 1963. dan mengadakan persetujuan Manila.

Pemerintah Filipina : Baiklah kita sudah sepakat dengan setujuan ini, yaitu untuk
memastikan keinginan rakyat Kalimantan Utara sebelum
Federasi Malaysia dibentuk.

Sekjen PBB : Ya, kalzau semuanya sudah setuju, saya akan membentuk
suatu tim penyelidik dimana tim ini akan bertugas diSabah
untuk memastikan apakah Sabah setuju menjadi wilayah
bagian Kalimantan Utara yang akan menjadi Negara sendiri.

Sekjen PBB menemui pemimpin tim penyelidik.

Sekjen PBB : Lawrence, siapkan tim penyelidik untuk meneliti wilayah
Sabah secepat mungkin !

Lawrence : Baik Jendral !

Dan tim itu telah melaksanakannya. Sebelum tim akan melaporkan hasil penelitiannya, Perdana Mentri Malaysia sudah menandatangani dokumen pembentukan federasi Malaysia dan pada tanggal 16-09-1963 Federasi Malaysia disahkan. Dan Malaysia mengumumkannya :

P.M Malaysia : Saya umumkan, bahwa Malaysia sudah resmi menjadi
Negara Federasi.

Indonesia mengetahuinya.

Presiden Sukarno : Tidak, itu tidak mungkin !

Bangsa Indonesia : Kalau memang begitu jalannya Malaysia, ayo kita demo…

Bangsa Malaysia : Kita tidak boleh takut kepada Indnesia, ayo kita lawan
mereka… woii….

Dan akhirnya pada 17 September 1963, hubungan diplomatic antara Malysia dan Indonesia putus. Dan Malysia mencalonkan untuk menjadi calon Aia dalam keanggotaan tidak tetap pada dewan keamanan PBB dan hal itu memicu ketidaksetujuan pemerintah Indonesia. Lalu :

Presiden Sukarno : Saya sangat tidak setuju Malaysia menjadi dewan keamanan
PBB. Jika itu tetap disetujui, maka saya akan keluar dari PBB.

P.M Malaysia : Silahkan saja, tapi yang pasti Malaysia sudah sah menjadi
Dewan Keamanan PBB.

Presiden Sukarno : Jendral, kenapa engkau harus menyetujuinya? Padahal
Malaysia sudah menjadi Negara federasi.
Sekjen PBB : ( Hanya terdiam kaku)

Lalu pada tanggal 17 Januari 1964, Sukarno berpidato di depan rapat umum anti pangkalan militer asing.

Presiden Sukarno : Sekarang, karena ternyata Malaysia diterima menjadi anggota
dewan keamanan PBB, saya menyatakan Indonesia keluar
dari PBB.

Sekjen PBB : Baiklah, kalau begitu saya akan mencatat pengunduran diri
Indonesia dan saya berharap Indonesia dapat kembali ke PBB.

Karena itu, Indonesia merasa terkucil terhadap pergaulan Internasional dan merugikan Indonesia, dalam hubungan kerja sama Internasional yang menentukan pembangunan ekonomi dan politik Negara. Dan karena hal itu, PKI memiliki peluang besar dalam mengembangkan pengaruhnya dan dalam menghimpun kekuatan sehingga meletusnya G-30-S/PKI tahun 1965.
Diterbitkan di: 08 Juni, 2008   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagus mudah dipahami :),tapi bagaimana kelanjutan indonesia di PBB ? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.