Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Kimia>Propolis Lebah, Bahan Aman untuk Hand Sanitizer

Propolis Lebah, Bahan Aman untuk Hand Sanitizer

oleh: kyutoryuu    
ª
 
JAKARTA - Cairan pembersih tangan atau hand sanitizer kerap kali digunakan sebagai pengganti cuci tangan dalam keadaan terdesak. Namun, sayangnya cairan pembersih tangan yang beredar di pasaran umumnya mengandung zat kimia yang berbahaya. Bahkan, jika hand sanitizer tersebut belum hilang dari telapak tangan dan ikut termakan, maka akan menimbulkan efek samping.

Namun, Anda tidak perlu khawatir. Sebab, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menghadirkan inovasi baru sebagai bahan baku cairan pembersih tangan, yakni propolis lebah. Propolis merupakan zat lilin yang sebenarnya berfungsi sebagai penutup dan pelindung sarang lebah, namun mengandung senyawa flavonoid yang salah satu fungsinya adalah sebagai antibakterial.

Beranggotakan lima mahasiswa UMY, penelitian bertajuk “Efektivitas Gel Propolis Lebah Sebagai Hand Sanitizer Terhadap Angka Kuman Pada Telapak Tangan” maju sebagai perwakilan UMY pada ajang Pekan Ilmiah Nasional (Pimnas) XXV belum lama ini. Berdasarkan penelitian tersebut ditemukan, propolis berkadar 0,3 persen mampu menurunkan angka kuman pada telapak tangan.

Menurut ketua tim Lilik Eko Pranantyo, propolis mengandung banyak kandungan yang berdampak antibakteri terhadap bakteri gram positif dan negatif. “Propolis mengandung senyawa kompleks vitamin, enzim, senyawa fenolik, dan flavonoid yang mampu menghambat pelepasan histamin dengan cara stabilisasi selaput sel lipid. Di samping itu, terkandung juga komposisi kimia yang lain seperti golongan resin, lilin, minyak esensial, protein dan mineral (Fe, Zn, Au, Ag, Hg),” ujar Lilik, seperti dilansir dari laman UMY, Minggu (15/7/2012).

Mahasiswa Pendidikan Dokter angkatan 2008 ini menyebut, gel propolis lebah yang diujikan dibuat dengan bahan dasar gel berbasis carbopol (bahan dasar gel) dan air. “Formula yang dibuat kemudian diujikan ke responden sejumlah 120 orang yang dibagi acak menjadi enam kelompok, yaitu kelompok perlakuan alkohol (control positif I), antis (control positif II), base gel ( ontrol negative), gel propolis dengan kadar ekstrak 0,3 persen, 0,9 persen, dan 15 persen. Masing-masing kelompok terdiri dari 20 orang,” katanya menjelaskan.

Dalam penelitian yang dilakukan di Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK-UMY) dengan waktu penelitian selama 31 Januari-2 Mei 2012 ini,
setiap subyek penelitian dilakukan pretest terlebih dahulu untuk menilai angka normal kuman pada tangan. “Subyek penelitian diberi perlakuan sesuai kelompoknya kemudian dilakukan posttest untuk mengetahui angka kuman pada tangan setelah diberi perlakuan. Data angka kuman sebelum dan setelah perlakuan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon, Kruskal-Wallis, dan Mann-Whitney," paparnya.

Hasil penelitian menunjukkan, gel propolis mampu menurunkan angka kuman. "Gel propolis 0,9 persen dan 15 persen dapat menurunkan angka kuman pada telapak tangan secara signifikan (p<0,05) serta memiliki kemampuan yang setara dengan alkohol dan antis dalam menurunkan angka kuman pada telapak tangan,” pungkas Lilik.(mrg)
Diterbitkan di: 15 Juli, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.