Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Kimia>Penentuan KADAR KALIUM BIKROMAT DENGAN SPEKTROFOTOMER UV-VISIBLE

Penentuan KADAR KALIUM BIKROMAT DENGAN SPEKTROFOTOMER UV-VISIBLE

oleh: kyutoryuu    
ª
 

Syarat-syarat Larutan yang Digunakan dalam Analisa Spektrofotometri

Zat yang dapat dianalisis menggunakan spektrofotometri sinar tampak adalah zat dalam bentuk larutan dan zat tersebut harus tampak berwarna. Jika tidak berwarna maka larutan tersebut harus dijadikan berwarna dengan cara memberi reagen tertentu yang spesifik. Reagen ini disebut reagen pembentuk warna.Setelah larutan ditambahkan reagen atau zat pembentuk warna maka larutan tersebut harus memiliki lima sifat di bawah ini:

1) Kestabilan warna yang cukup lama guna memungkinkan pengukuran absorbansi dengan teliti. Ketidakstabilan mengakibatkan menyusutnya warna larutan (fading), yang disebabkan oleh oksidasi udara, penguraian secara fotokimia, pengaruh keasaman, suhu dan jenis pelarut. Namun kadang-kadang dengan mengubah kondisi larutan dapat diperoleh kestabilan yang lebih baik.

2) Warna larutan yang akan diukur harus mempunyai intensitas yang cukup tinggi (warna harus cukup tua) yang berarti bahwa absortivitas molarnya (ε) besar. Hal ini dapat dikontrol dengan mengubah pelarutnya. Dalam hal ini dengan memilih pereaksi yang memiliki kepekaan yang cukup tinggi.

3) Warna larutan yang diukur sebaiknya bebas daripada pengaruh variasi-variasi kecil kecil dalam nilai pH, suhu maupun kondisis-kondisi yang lain.

4) Hasil reaksi yang berwarna ini harus larut dalam pelarut yang dipakai.

5) Sitem yang berwarna ini harus memenuhi Hukum Lambert-Beer.


Monokromator

Monokhromator adalah alat yang paling umum dipakai untuk menghasilkan berkas radiasi dengan satu panjang gelombang. Monokhromator untuk radiasi ultra violet, sinar tampak, dan infra merah adalah serupa yaitu mempunyai celah (slit), lensa, cermin, dan prisma atau grating.

Terdapat dua macam monokhromator yaitu monokhromator prisma Bunsen dan monokhromator grating Czerney – Turner. Pada dasarnya, komponen monokromator terdiri dari :

1. Celah masuk, berperan penting dalam terbentuknya radiasi monokromatis dan resolusi panjang gelombang.

2. Filter, berfungsi untuk menyerap warna komplementer sehingga cahaya yang diteruskan merupakan cahaya berwarna yang sesuai dengan panjang gelombang yang dipilih.

3. Prisma, berfungsi untuk mendispersikan radiasi elektromagnetik sebesar mungkin supaya didapatkan resolusi yang baik dari radiasi polikromatis.

4. Kisi, fungsinya sama seperti prisma, namun karena bentuk kisi adalah konkaf, maka dapat memberikan resolusi radiasi yang lebih baik.

5. Celah keluar, tempat keluarnya sinar monokromatis yang selanjutnya akan diteruskan menuju sampel.

Diterbitkan di: 13 Juli, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.