Syarat-syarat
Larutan yang Digunakan dalam Analisa Spektrofotometri
Zat yang dapat dianalisis menggunakan spektrofotometri sinar tampak
adalah zat dalam bentuk larutan dan zat
tersebut harus tampak berwarna. Jika tidak berwarna maka larutan tersebut
harus dijadikan berwarna dengan cara memberi reagen tertentu yang spesifik.
Reagen ini disebut reagen pembentuk
warna.Setelah larutan ditambahkan reagen atau zat pembentuk warna maka
larutan tersebut harus memiliki lima sifat di bawah ini:
1)
Kestabilan warna yang cukup lama guna memungkinkan pengukuran absorbansi dengan
teliti. Ketidakstabilan mengakibatkan menyusutnya warna larutan (fading), yang
disebabkan oleh oksidasi udara, penguraian secara fotokimia, pengaruh keasaman,
suhu dan jenis pelarut. Namun kadang-kadang dengan mengubah kondisi larutan
dapat diperoleh kestabilan yang lebih baik.
2)
Warna larutan yang akan diukur harus mempunyai intensitas yang cukup tinggi
(warna harus cukup tua) yang berarti bahwa absortivitas molarnya (ε) besar. Hal
ini dapat dikontrol dengan mengubah pelarutnya. Dalam hal ini dengan memilih
pereaksi yang memiliki kepekaan yang cukup tinggi.
3)
Warna larutan yang diukur sebaiknya bebas daripada pengaruh variasi-variasi
kecil kecil dalam nilai pH, suhu maupun kondisis-kondisi yang lain.
4)
Hasil reaksi yang berwarna ini harus larut dalam pelarut yang dipakai.
5)
Sitem yang berwarna ini harus memenuhi Hukum Lambert-Beer.
Monokromator
Monokhromator adalah alat yang paling
umum dipakai untuk menghasilkan berkas radiasi dengan satu panjang gelombang.
Monokhromator untuk radiasi ultra violet, sinar tampak, dan infra merah adalah
serupa yaitu mempunyai celah (slit), lensa, cermin, dan prisma atau grating.
Terdapat dua macam monokhromator yaitu
monokhromator prisma Bunsen dan monokhromator grating Czerney – Turner. Pada dasarnya, komponen monokromator
terdiri dari :
1.
Celah masuk, berperan penting dalam
terbentuknya radiasi monokromatis dan resolusi panjang gelombang.
2.
Filter, berfungsi untuk menyerap warna
komplementer sehingga cahaya yang diteruskan merupakan cahaya berwarna yang
sesuai dengan panjang gelombang yang dipilih.
3.
Prisma, berfungsi untuk mendispersikan
radiasi elektromagnetik sebesar mungkin supaya didapatkan resolusi yang baik
dari radiasi polikromatis.
4.
Kisi, fungsinya sama seperti prisma,
namun karena bentuk kisi adalah konkaf, maka dapat memberikan resolusi radiasi
yang lebih baik.
5. Celah
keluar, tempat keluarnya sinar monokromatis yang
selanjutnya akan diteruskan menuju sampel.