Analisis kuantitatif secara volumetri
Pada zaman yang serba modern ini banyak alat dan cara analisis yang
dapat mengetahui kadar suatu analat dengan cepat , tepat, dan mudah. Tetapi
analisis kuantitatif secara volumetri masih tetap digunakan. Dalam titrimetri,
analat direaksikan dengan suatu bahan lain yang diketahui/dapat diketahui
jumlah molnya dengan tepat. Bila bahan tersebut berupa larutan ,maka
konsentrasinya harus diketahui dengan teliti dan larutan tersebut dinamakan
larutan baku.
Tidak semua pereaksi dapat digunakan sebagai titran. Untuk itu pereaksi
harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
- Berlangsung
sempurna, tunggal, dan menurut persamaan yang jelas (dasar teoritis).
- Cepat
dan irreversible .
- Ada
petunjuk akhir titrasi ( indicator).
- Larutan
baku yang direaksikan dengan analat harus mudah didapat dan sederhana
menggunakannya, juga harus stabil sehingga konsentrasinya tidak mudah
berubah bila disimpan.
Berdasarkan reaksinya suatu titrasi digolongkan menjadi 2 yaitu :
1)
Reaksi Metatetik (titrasi berdasarkan pertukaran ion).
Meliputi :
- Netralisasi
(asidimetri dan alkalimetri).
- Presipitimetri
( berdasarkan terbentuknya endapan).
- Kompleksometri
(berdasarkan pembentukan persenyawaan
kompleks yaitu ion kompleks atau garam yang sukar mengion).
2)
Reaksi Redoks (titrasi berdasarkan perpindahan electron)
Meliputi :
- Permangganatometri,
Dikhromatometri , Seriometri (berdasarkan penggunaan oksidator kuat).
- Iodometri
dan Iodimetri (Titrasi yang menyangkut reaksi)
I2 + 2e- → 2I-
Karena metoda iodimetri masih jarang digunakan dalam analisis di
laboratorium maka kami dari kelompok IV mencoba untuk memberikan penjelasan
tentang metoda tersebut.
v\:* {behavior:url(#default#VML);}
o\:* {behavior:url(#default#VML);}
w\:* {behavior:url(#default#VML);}
.shape {behavior:url(#default#VML);}
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-style-parent:"";
line-heigh t:115%;
font-size:11.0pt;
font-family:" Calibri","sans-serif";
mso-bidi-font-family:"TimesNew Roman";}
Fenolftalein
Fenolftalein adalah indikator titrasi yang lain yang sering digunakan, dan
fenolftalein ini merupakan bentuk asam lemah yang lain.
Pada kasus ini, asam lemah tidak berwarna dan ion-nya berwarna merah muda
terang. Penambahan ion hidrogen berlebih menggeser posisi kesetimbangan ke arah
kiri, dan mengubah indikator menjadi tak berwarna. Penambahan ion hidroksida
menghilangkan ion hidrogen dari kesetimbangan yang mengarah ke kanan untuk
menggantikannya – mengubah indikator menjadi merah muda.
Setengah tingkat terjadi pada pH 9.3. Karena pencampuran warna merah muda
dan tak berwarna menghasilkan warna merah muda yang pucat, hal ini sulit untuk
mendeteksinya dengan akurat!