Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Kimia>Pengertian Sifat Koligatif Larutan dan Empat Sifat Koligatif Larutan

Pengertian Sifat Koligatif Larutan dan Empat Sifat Koligatif Larutan

oleh: cikki    
ª
 
Berikut ini akan dijelaskan berbagai pengertian dari Sifat koligatif larutan dan empat sifat koligatif larutan. Sifat koligatif larutan adalah sifat larutan yang bergantung pada jumlah partikel zat terlarut dan bukan pada jenis zat terlarutnya. Ada empat sifat koligatif larutan yaitu :

1. Penurunan tekanan uap
2. Kenaikan titik didih
3. Penurunan titik beku
4. dan tekanan osmosis

Penurunan tekanan uap adalah berkurangnya tekanan uap dalam suatu larutan relatif terhadap tekanan uap pelarut murninya. Tekanan uap adalah tekanan gas yang berada di atas zat cair dalam tempat tertutup, di mana gas dan zat cair berada dalam kesetimbangan dinamis.

Kenaikan titik didih adalah bertambahnya titik didih larutan relatif terhadap titik didih peralut murninya. Titik didih larutan adalah suhu di mana tekanan uap larutan sama dengan tekanan uap pelarut murni.

Penurunan titik beku adalah berkurangnya titik beku suatu larutan relatif terhadap titik beku pelarut murninya. Titik beku larutan adalah suhu dimana tekanan uap larutan sama dengan tekanan uap pelarut murni padat.

Tekanan osmosis adalah tekanan hidrostatis yang terbentuk pada larutan untuk menghentikan proses osmosis pelarut ke dalam larutan melalui selaput semi permeabel. Atau tekanan osmosis adalah tekanan luar yang diberikan pada larutan untuk menghentikan proses osmosis pelarut ke dalam larutan melalui selaput semi permeabel.

Osmosis Balik ( reverse osmosis )Tekanan osmosis adalah tekanan yang diperlukan untuk menghentikan aliran pelarut dari larutan encer ( atau pelarut murni ) ke larutan lebih pekat. Namun, jika tekanan yang diberikan lebih besar dari tekanan osmosis maka akan terjadi aliran balik. Pelarut akan dipaksa mengalir dari larutan lebih pekat ke larutan lebih encer ( atau pelarut murni ). Pemberian tekanan berlebih dikenal dengan istilah osmosis balik ( reverse osmosis ). osmosis balik sangat berguna. contohnya dalam proses desalinasi air larut untuk mendapatkan air tawar.
Diterbitkan di: 26 April, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Komentar Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.