Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Kimia>Pengertian sel Elektrolisis dan reaksi elektrolisis

Pengertian sel Elektrolisis dan reaksi elektrolisis

oleh: cikki    
ª
 
Sel Elektrolisis
Sel elektrolisis merupakan kebalikan dari sel volta, yaitu perubahan energi listrik menjadi energi kimia. Sel elektrolisis juga memerlukan elektrode-elektrode. Ada 2 elektrode yang digunakan dalam elektrolisis, yaitu:
a. Elektrode inert yaitu elektrode yang tidak dapat bereaksi (Pt, C, Au).
b. Elektrode tak inert yaitu elektrode yang dapat bereaksi (Cu dan Ag).

Sel elektrolisis tidak memerlukan jembatan garam. Komponen utamanya adalah sebuah wadah, elektrode, elektrolit dan sumber arus searah. Pada sel elektrolisis digunakan elektrode inert yang hanya menyediakan permukaannya sebagai tempat berlangsungnya reaksi.

Dua batang Pt atau karbon dicelupkan dalam larutan elektrolit. Masing-masing batang bertindak sebagai anode (tempat berlangsungnya oksidasi) dan katode (tempat berlangsungnya reduksi), karena kation (ion positif) menuju katode maka katode merupakan elektrode negatif. Dan sebaliknya anode merupakan elektrode positif karena didatangi oleh anion (ion negatif).

Reaksi-Reaksi Elektrolisis
Peristiwa elektrolisis banyak dimanfaatkan untuk melapisi logam atau pemurnian logam. Bila suatu elektrolit (larutan atau leburan) dielektrolisis, maka elektrolit tersebut akan terurai menjadi kation yang akan menuju katode/elektrode positif (+) dan anion yang akan menuju anode/elektrode negatif (-).

Di katode akan terjadi persaingan antara kation dengan pelarut (molekul air) untuk mengalami reduksi (menangkap elektron). Misal pada elektrolisis larutan NaCI, maka reaksi reduksi yang bereaksi adalah:

Na+ + e -> Na E° = -2,71 V
2H20 + 2e" -» 20H- + H2 E° = -0,83 V

Berdasarkan harga E°, H'20 lebih mudah menangkap elektron daripada ion Na+. Akibatnya ion 'i Na+ tidak dapat direduksi, maka di katode tidak terbentuk logam Na sehingga yang berlangsung di katode adalah reduksi terhadap H20 untuk menghasilkan gas H2.
Diterbitkan di: 30 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    contoh sel elektrolisis Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kenapa elektrolisi harus ada leburan dan gafit ??? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    macam reaksi kimia pada organel sel apa aja? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa yang dimaksud dengan elektrode ? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa itu gas H2 ( 2 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    gas hidrogen yg tersisa stlah trjadi.a proses tsb,.. 10 Desember 2012
  1. Jawaban  :    H2 itu hidrogen 02 April 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    kenapa arus listrik searah yang digunakan pada sel elektrolisis? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    sumber arus searah ( DC) memeiliki kutub-kutub yang tetap sehingga reaksi-reaksi yang akan terjadi dapat diketahui. berbeda dengan sumber arus bolak-balik (AC). kutub yang dihasilkan tidak tetap atau dapat berubah, maka reaksi yang dihasilkan pun akan bolak-balik yaitu oksidator berubah menjadi reduktor dan sebaliknya. 02 April 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    pengertian motor listrik ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    yang dimaksud motor listrik yaitu suatu gerak yan diakibatkan oleh adanya pengaruh dari medan magnet dari suatu kumparan 08 Maret 2012
Komentar Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.