Dewatering atau pengeringan lumpur adalah penyisihan sejumlah air dari lumpur dengan tujuan untuk mengurangi
volume lumpur. Dewatering merupakan bagian dari rangkaian
proses pengolahan lumpur. Metoda
dewatering meliputi
filter presses, belt presses, centrifugation, vacuum filtration, dan
sludge drying bed.
1. Filter pres
Filter pres tersusun oleh sejumlah plat
filter vertikal yang
menempel pada tangkai horisontal.Plat filter mempunyai lubang yang
tertutup oleh kain
filter. Lumpur yang akan disaring masuk melalui lubang pada tangkai horisontal, kemudian menuju lubang pada plat
vertikal. Plat vertikal dapat bergerak sehingga menekan lumpur dan mendorong air untuk menembus kain
filter. Filtrat yang
menembus
filter ini mengalir menuju
outlet filtrat yang
berada di tepi dengan arah aksial. Lumpur kering tetap tinggal di antara
plat. Untuk mengeluarkan lumpur, maka plat
harus digerakkan kembali dengan arah sebaliknya.
Waktu yang
diperlukan untuk mengisi lumpur, menyaring, hingga mengeluarkan lumpur disebut complete
filtration cycle time, yang diperkirakan 1,5 hingga 2,5
jam. Tekanan yang
diperlukan untuk
filter adalah 690 hingga 1700
kPa. Kadar solid dalam lumpur setelah diolah dengan
filter pres adalah:
- lumpur bak sedimentasi I:
45 - 50 %
- lumpur bak sedimentasi I dan lumpur aktif segar: 45
- 50 %
- lumpur aktif segar: 50
%
- lumpur dari
digester dan lumpur aktif: 45
- 50 %
2. belt press
Belt pres tersusun oleh dua belt
yang ditumpangkan pada roda berputar .
Belt yang terletak di bawah terbuat dari anyaman kawat dan sangat berpori. Ada tiga zona dalam belt
pres, yaitu zona gravitasi, zona peras, dan zona pelepasan. Lumpur
yang akan diperas masuk melalui zona gravitasi, berjalan mengikuti belt
dan tertekan oleh dua
belt. Di zona peras, lumpur mengalami pemerasan air sehingga air jatuh melewati belt
bawah. Selanjutnya masuk zona pelepasan, yaitu melalui perjalanan
zigzag agar cake dapat dilepaskan dari kedua belt
untuk kemudian dikeluarkan. Kadar
solid dalam lumpur setelah diolah dengan belt
pres adalah:
- lumpur sedimentasi I:
28 - 44 %
- lumpur sedimentasi I dan lumpur aktif segar: 20
- 35 %
- lumpur sedimentasi I dan
trickling filter: 20 - 40 %
- lumpur dari
digester (anaerob): 26
- 36 %
- lumpur dari
digester dan lumpur aktif: 12
- 18 %
3. Filter vacum
Komponen
filter vacuum:
- Drum silinder dengan
media filter (kain atau anyaman kawat)
- Pompa vacuum
- Penampung filtrat
- Pompa umpan lumpur
Drum
yang dilapisi
media filter diputar dengan kecepatan tertentu. Putaran drum
akan menghasilkan tiga zona lumpur, yaitu (i) pembentukan
cake, (ii) pengeringan, dan
(iii) pembuangan. Lumpur
masuk ke zona (i),
terjadi penempelan lumpur di permukaan
media filter, kemudian ke zona
(ii), terjadi penyerapan air
di lumpur oleh pompa
vacuum sehingga terjadi pengeringan, dan akhirnya ke zona
(iii), terjadi pelepasan lumpur kering dari
media filter.
Satu kali
putaran drum
disebut satu cycle
time.
4. Sludged drying bed
Sludge drying bed merupakan salah satu metoda
dewatering dengan ukuran kecil hingga
medium (maksimum setara dengan
25.000 orang). Pada unit
ini,
dewatering terjadi karena evaporasi dan
drain (peresapan). Pada musim kemarau, untuk mencapai kadar
solid 30 - 40 % diperlukan waktu 2 -
4 minggu.
•Unit
sludge drying bed terdiri dari:
- bak / bed, berukuran 6 -
9 meter (lebar),
7,5 - 37,5 meter (panjang), 20
- 30 cm (kedalaman lumpur)
- pasir, tebal 15 -
25 cm
- kerikil, tebal 15 -
30 cm
- drain, di bawah kerikil untuk menampung resapan air dari lumpur