Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Kimia>Elektrokimia dan aplikasinya

Elektrokimia dan aplikasinya

oleh: IrmaRahayuna     Pengarang : Irma Rahayuna
ª
 
Elektrokimia adalah studi mengenai hubungan yang terjadi antara reaksi kimia dan arus listrik. Reaksi elektrolisis juga masuk ke dalam yang satu ini, dimana perubahan yang ada dipaksa terjadi oleh aliran listrik yang melalui siste kimia. hal ini juga termasuk reaksi oksidasi-reduksi spontan (reaksi redoks) yang dapat menghasilkan listrik. semua perubahan ini disebut dengan reaksi elektrokimia.

Dampak reaksi kimia dalam masyarakat modern sudah terlihat dimana-mana. Dalam bidang insdustri kimia yang sangat pernting seperti industri Alumunium, klor dan natrium hidroksida yang diproduksi secara elektrokimia. Semua sumber arus listrik yang portabel atau yag biasa kita sebut "Batrei" dapat berfungsi karena adanya reaksi elektrokimia didalamnya yag dapat menghasilkan energi listrik.

Pengolahan Alumunium

Zaman dahulu kala, Alumunium termasuk logam yang harganya mahal dipasaran. Hal ini dikarenakan jumlahnya yang sedikit di alam dan cara mendapatannya yang cukup sulit. Cara memperolehnya dengan cara elektrolisis tidak berhasil karena apabila larutan garam alumunium dihidrolisis, air lebih mudah direduksi daripada Ion Alumunium. Hal ini menyebabkan gas Hidrogen yang terbentuk di anoda dan bukannya Alumunium. Elektrolisis leburan Alumunium juga tidak berhasil karena 2 hal : Larutan tidak berbentuk ion dan senyawanya mudah menguap apabila bersuhu tinggi. Elektrolisis oksidanya juga tidak praktis karena titik lelehnya yang tinggi yang mencapai 2000 derajat celsius.

Pada tahun 1886, Charles Hall dari Oberlin College menemukan cara yang dapat digunakan untuk mengelektrolisis Alumunium Oksida dengan menggunakan Al2O3 dengan Kriolit Na3AlF3. Penambahan Kriolit ke dalam Al2O3 menurunkan temperatur campuran hingga 1000 derajat celcius, sehingga elektrolisi dapat dilaksanakan. Bejana yang menampung campuran alumunium terbuat dari besi yang dilapisi beton yang bertindak sebagai katoda dan batang karbon yang berfungsi sebgi Anoda.

Pengolahan Magnesium

Magnesium merupakan logam yang penting karena sangat ringan. Magnesium dijumpai berlimpah dalamair laut. Ion magnesium diendapkan dari air laut sebagai hodroksida, kemudian Mg(OH)2 diubah menjadi kloridanya dengan cara mereduksinya dengan asam klorida. setelah airnya menguap, MgCl2 dilelehkan dan dielektrolisis. Magnesium dihasilkan di katoda dan Klor di Anoda.
Diterbitkan di: 04 Mei, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana proses pengubahan listrik menjadi kimia pada charger? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Bagaimana reaksi elektrokimia dalam baterai? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana proses dalam aplikasi penyepuhan tembaga Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa aspek kuantitatif dalam kimia itu? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa semua reaksi redoks dapat menghasilkan listrik? alasannya? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.