METAL ORGANIC FRAMEWORK
Summary rating: 1 stars
1 Tinjauan
Kunjungan:
48
kata:
600
Diterbitkan di: Februari 25, 2008
Metal Organic Framework telah merealisasikan penyimpanan bahan bakar
hidrogen yang efektif dengan konsentrasi sebesar 7,5 persen.
Di masa-masa bahan bakar fosil yang cepat habis seperti petrol, diesel, dan
batu-bara… gas hydrogen yang bersahabat dengan lingkungan dan lebih mruah jelas
merupakan pilihan yang tepat. Tantagannya dalah menemukan cara untuk menyimpan
Hidrogen dalam jumlah besar pada tekanan dan temperatur yang benar. Departemen
Energi AS memperkirakan bahan bakar Hidrogen yang praktis membutuhkan
konsentrasi setidaknya 6,5 persen. Sejumlah ilmuwan kimia di UCLA dan
Universitas Michigan telah mencapai konsentrasi sebesar 7,5 persen!
Penemuan yang sudah dipublikasikan di Journal Of American Chemical Society
pada akhir bulan Maret 2007, menjelaskan bahwa bahan bakar Hidrogen tidak hanya
akan mentenagai kendaraan, tapi juga peralatan elektronik. Penelitian ini
dilakukan Prof Omar Yaghi, Fakultas Kimia UCLA bersama-sama Prof Adam dan Dr
Antek Wong-Foy.
MOF
Material baru yang ditemukan Yaghi untuk menyimpan gas hidrogen pada
tekanan serta temperatur yang benar bernama MOF (Metal Organic Framework),
biasa juga disebut-sebut ‘moffs’ yang mirip dengan penopang yang terbuat dari
batang-batang yang berhubungan (yang memaksimalkan area permukaan). Karena
mereka terdiri dari lubang-lubang pori-pori, mereka juga diistilahkan sebagai
spon kristal. Yaghi beserta koleganya berhasil menyimpan gas dalam pembukaan
berskala-nano. (Gas hidrogen biasanya sulit disimpan dan dihantarkan). Dalam bahasa
umum, prosesnya seperti meyerap air dengan spon.
MOF dapat dibuat berporos tinggi, untuk meningkatkan kapasitas
penyimpanannya. Permukaan satu gram MOF sebesar lapangan sepak bola! Sejauh ini
labolatoriumnya Yaghi telah menghasilkan lebih dari 500 framework/rangka,
dengan sifat serta struktur yang amat bervariasi.
Menurut Yaghi, yang menjadi anggota California nanosystems Institute,
rangka-rangka ini dapat dibuat dengan bahan-bahan lebih murah seperti zinc
oxide dan terephthalate. Molekul-molekul dapat masuk dan keluar dari rangka
tanpa halangan apapun dan mereka mampu membuat polimer di dalam lubang
pori-pori dengan sifat-sifat yang dapat diprediksi dan tergambar dengan baik.
“Selain baterai, setiap orang sebaiknya punya perantara seperti ini yang menyimpan
hidrogen dan mengalirkannya ke sel-sel bahan bakar,” imbuh Yaghi.
The process
Dalam kasus ini, ia mengonsentrasikan gas hidrogen ke dalam sebuah volume
yang sangat kecil tanpa mempergunakan tekanan tinggi atau temperatur yang amat
rendah, sehingga cukup banyak gas dapat disimpan untuk menggerakan sebuah mobil
sejauh 300-400 mil tanpa mengisi kembali bahan bakar! Ketika hidrogen mengalami
pembakaran dalam sebuah sel bahan bakar, ia hanya menghasilkan air sebagai
hasil sampingannya.
Proyek didanai National Science Foundation of US, US Department of Energy
& BASF (sebuah MNC bermarkas besar di Jerman).