Pernah dengan vaksin yang bisa dikonsumsi? Yup, ia benar-benar ada! Vaksin konvensional dapat berupa galur virus atau bakteri yang telah dilemahkan sehingga tidak menimbulkan penyakit. Vaksin dapat juga berupa organisme mati atau hasil-hasil pemurniannya. Vaksin diproduksi melalui fermentasi hasil bakteri atau dalam kultur sel hewan, yang seringkali menyebabkan biaya pembuatannya menjadi tinggi. Inilah yang mencegah penggunaan vaksin secara meluas, khususnya di negara sedang berkembang yang menghadapi permasalahan penyimpanan serta transportasi vaksin. Dengan begitu tercipta kebutuhan untuk menciptakan produksi dan sistem pengiriman vaksin alternatif, dan itu adalah vaksi yang dapat dimakan.
Vaksin yang Dapat Dimakan (Edible Vaccine) ....Antigen sejumlah patogen diperkenalkan dan diintegrasikan secara stabil ke dalam genom tanaman-tanaman pilihan, dan diekspresikan untuk menghasilkan antigen. Dengan begini bagian tumbuhan tertentu dapat dimakankan ke hewan atau manusia untuk keperluan imunisasi. Penelitian vaksin yang dapat dimakan saat ini diarahkan ke penyakit-penyakit yang diderita manusia, dengan penekanan khusus pada negara-negara yang sedang berkembang. Berikut ini adalah nama-nama penyakit yang sedang dibuatkan edible vaccine-nya:
> Penyakit yang disebabkan bakteri: diare.
> Penyakit yang disebabkan kuman virus: rinderpest, rabies, dan hepatitis.
> Penyakit epidemik akut: gastroenteritis.
Strategi lainnya untuk menyampaikan vaksin adalah dengan menginfeksi tanaman dengan virus-virus yang dipersatukan semula. Virus yang dipersatukan semula itu membawa antigen yang diinginkan untuk memproduksi antigen dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Adapun vaksin seperti ini yang sedang dalam tahap pengembangan adalah vaksin terhadap malaria, penyakit kaki dan mulut, HIV, dll..... Semoga vaksin yang dapat dimakan akan terbukti lebih baik daripada teknologi vaksin tradisional....
Abstrak lain tentang Vaksin Yang Dapat Dimakan