Bakteri adalah organisme uniseluler. Meskipun ada beberapa
Bakteri yang
menjadi penyebab banyak penyakit manusia, ada banyak strain yang tidak
berbahaya bahkan penting bagi manusia. Terdapat banyak strain yang
sangat penting dalam lab
bioteknologi! Salah satu kegunaan penting dari
kultur bakteri adalah sebagai penghasil protein yang bermanfaat.
Sebagai contoh, spesies bakteri yang disebut e. Coli
dapat direkayasa
secara genetik sehingga mampu memproduksi sejumlah
besar insulin
manusia, yang dapat diberikan pada penderita diabetes. Berikut ini
adalah gambaran singkat dari beberapa karakteristik bakteri yang
membuatnya sesuai untuk berbagai aplikasi bioteknologi.
Bakteri adalah hewan prokariot, yang berarti mereka tidak mempunyai
inti
sel. Hewan prokariot terdiri atas sel tunggal, meskipun sering
berkembang dalam kelompok di mana bakteri saling melekat satu sama
lain. Kelompok bakteri ini disebut koloni. Genom bakteri terdiri atas
suatu
molekul DNA utas ganda yang berbentuk lingkaran, terdapat dalam
sitoplasma sel. Molekul DNA yang besar atau
kromosom bakteri,
mengandung sebagian besar gen bakteri. Sebagai tambahan untuk molekul
DNA besar, bakteri sering memiliki molekul dna berbentuk lingkaran yang
lebih kecil yang disebut plasmid. Plasmid juga mengandung DNA, tetapi
tidak seperti lingkaran kromosom yang besar, plasmid sangat mobil.
Plasmid dapat berpindah dengan mudah dari satu bakteri ke bakteri lain,
dan dengan jalan ini gen-gen dipertukarkan antar bakteri. Molekul
plasmid, sekali berada dalam sel bakteri penerima, dapat terintegrasi
secara permanen dalam kromosom bakteri yang besar.
Kemampuan plasmid untuk memasuki sel bakteri dan menyatu dalam kromosom
Sel membuatnya menjadi alat yang sangat bermanfaat untuk memasukkan
suatu gen ke dalam sel bakteri. Mengapa? Kita akan menjelaskan
bagaimana plasmid digunakan dengan metode ini dalam bagian rekayasa
genetik.
Abstrak lain tentang bakteri