Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Biologi>Penyebab Kebocoran Gas PT. Petrokimia Gresik, salah satu produsen pupu

Penyebab Kebocoran Gas PT. Petrokimia Gresik, salah satu produsen pupu

oleh: oll_lebowski    
ª
 
Kasus kecelekaan yang menimpa PT. Petrokimia Gresik terjadi pada hari Minggu pada tanggal 5 Februari 2006. Kejadian ini tidak menimbulkan korban jiwa dan tidak menimbulkan dampak kerugian bagi masyarakat. Belum ada penjelasan yang pasti penyebab terjadinya ledakan hebat yang sempat menghebohkan warga sekitar.

Penyebab Kebocoran Gas

Menurut penyelidikan, tidak ada kebocoran gas amoniak dalam peristiwa ledakan tersebut, dan itu dipastikan dengan tidak adanya bau menyengat yang muncul dari lokasi ledakan. Namun berdasarkan dugaan awal, penyebab terjadinya ledakan kemungkinan karena tekanan gas yang melebihi kapasitas. Kasus semacam ini sudah sering terjadi, hanya skala ledakannya cukup kecil dan tidak sampai mengganggu kegiatan produksi. Tetapi untuk ledakan yang terjadi kali ini, PT. Petrokimia Gresik terpaksa harus menghentikan kegiatan produksi di lokasi pabrik.

Berdasarkan beberapa sumber ledakan PT. Petrokimia Gresik bersumber di bagiansintesa amoniak dengan bahan kimia lainnya. Menurut saya, hal ini mungkin saja yang menjadi penyebab terjadinya ledakan pada PT. Petrokimia Gresik.

Gas ammonia merupakan gas yang tidak berwarna dan mempunyai bau yang sangat menyengat. Berdasarkan sifat fisiknya gas amoniak dapat meledak bila terkena panas. Bahan gas paling berbahaya dibandingkan dengan bahan padat atau cair karena bahan gas akan menyerang saluran pernapasan yang ditentukan oleh kelarutan gas dalam permukaan saluran yang lembab atau berlendir. Jenis iritan dapat digolongkan pada kecilnya kelarutan yang juga menentukan daerah serangan pada alat pernapasan, sebagai berikut:

  • Kelarutan tinggi, dengan daerah serangan pada bagian atas saluran pernapasan:ammonia, HCl, HF, formaldehida, asam asetat, sulfur klorida, tionil klorida, sulfuril klorida.
  • Kelarutan sedang, efek pada saluran pernapasan bagian atas dan lebih dalam (bronchin): belerang oksida, klorin, arsen, triklorida, fosfor pentaklorida.
  • Lain-lain, efek iritasi oleh mekanisme bukan pelarutan: akrolein, dikloroetil sulfide, diklorometil etil, dimetil sulfat, kloro pikrin.

Gas Penyebab Kebakaran

Gas bertekanan tinggi banyak digunakan di laboratorium sebagai pereaksi, bahan bakar, atau gas pembawa. Gas-gas tersebut disimpan dalam tabung slinder dalam bentuk:

  • Gas tekan seperti udara, hydrogen, dan klor
  • Gas cair seperti nitrogen dan ammonia
  • Gas terlarut dalam pelarut organic di bawah tekanan seperti asetilen.
  • Selain bahaya, gas-gas tersebut juga bersifat racun, korosif, dan mudah terbakar. Karena itu juga berpotensi menyebabkan bahaya mekanik seperti ledakan, meluncurnya slinder gas akibat tekanan, atau kebocoran slinder.

Agar tidak terjadi ledakan seperti kasus di atas maka kita harus sesegera mungkin mengetahui cara menangulangi kasus-kasus kecelakaan kerja yang terjadi. Terlebih dahulu kita harus mempunyai sistem baku mutu laboratorium yang berguna untuk alatmanajemen laboratorium yang mengorganisir laboratorium untuk mencegah kesalahan di samping untuk meningkatkan mutu.

Penanganan Gas Penyebab Kebakaran

Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menangani gas-gas bertekanan tinggi yaitu:

  • Letakkan tabung gas dalam keadaan tegak, di tempat yang bebas dari panas, erikat kuat, serta diberi label yang jelas.
  • Gunakan regulator tekanan dan selalu memeriksa adanya kebocoran.
  • Jangan menggunkan pipa atau klep yang terbuat dari tembaga atau perak pada gas asetilen
  • Gunakan trolley dalam pengangkutan gas tersebut
  • Jauhkan dari api dan panas, sebaiknya disimpan padan tempat yang kering dan sejuk.
Diterbitkan di: 31 Januari, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.