Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Biologi>Cara Pengawetan Makanan Secara Biologi

Cara Pengawetan Makanan Secara Biologi

oleh: 3handoyo     Pengarang : 3handoyo
ª
 
Untuk menjaga kelangsungan hidupnya, manusia harus senantiasa
menjaga ketersediaan bahan makanannya. Namun seperti diketahui, bahan
makanan manusia juga merupakan media yang baik bagi pertumbuhan
mikroorganisme yang ada di lingkungan. Dengan demikian, manusia harus
berusaha mencegah agar bahan makanan tersebut tidak dijadikan sebagai
media bagi pertumbuhan mikroba, dengan cara mengawetkannya.

Mengawetkan dalam hal ini dapat berarti mencegah masuknya mikroba atau
membunuh dan mencegah pertumbuhan mikroba yang telanjur masuk ke
dalam bahan makanan tersebut. Dengan pengawetan yang baik, bahan
makanan menjadi lebih berkualitas karena dapat selalu digunakan dalam
keadaan yang terbaik dan terbebas dari organisme pengganggu beserta
senyawa-senyawa merugikan yang dihasilkannya.

Bermacam-macam cara pengawetan makanan telah dilakukan oleh
manusia dari yang paling sederhana, seperti pengeringan, pemanisan,
pengasinan sampai yang lebih canggih, Di era modern telah muncul
sebuah bidang khusus dalam pengawetan makanan yakni teknologi pangan,

Secara garis besar ada dua cara pengawetan makanan, yaitu cara fisik
serta cara biologi dan kimia. namun, klasifikasi yang demikian tidaklah baku,
karena terkadang pengawetan secara biologi atau kimia turut merubah fisik dari
makanan sebgaimana umumnya pemanisan, pengeringan dan pengasinan.

Cara Pengawetan Makanan
a. Pengeringan
Proses ini sebenarnya bertujuan menghilangkan air dari bahan yang
diawetkan. Dengan menurunnya kadar air, mikroba tidak dapat tumbuh
dengan baik karena untuk pertumbuhannya air merupakan komponen
terpenting.

b. Pemanisan dan pengasinan
Tujuan kedua proses tersebut adalah untuk menaikkan tekanan osmotik
larutan dalam lingkungan mikroba dengan penambahan gula atau garam
dalam konsentrasi tinggi. Dengan demikian, air akan ditarik dari sel
mikroba dan sel akan mengalami dehidrasi, metabolisme terhenti
sehingga memperlambat atau menghambat pertumbuhan mikroba.

c. Suhu tinggi/rendah
Perlakuan suhu yang ekstrem, seperti panas, dingin atau beku, dapat
menghambat atau membunuh mikroba. Dengan suhu ekstrem, enzimenzim
dalam mikroba akan rusak atau berhenti bekerja sehingga proses
metabolisme terhenti yang pada akhirnya menyebabkan kematian atau
terhambatnya pertumbuhan mikroba.

d. Iradiasi
Iradiasi merupakan metode pengawetan makanan yang relatif baru.
Iradiasi bahan makanan biasanya menggunakan iradiasi elektromagnetik,
yaitu iradiasi yang menghasilkan foton berenergi tinggi yang dapat
menyebabkan terjadinya ionisasi dan eksitasi pada materi yang
dilaluinya. Iradiasi semacam ini dikenal dengan iradiasi pengion. Iradiasi
pengion yang paling sering digunakan adalah sinar ? (gamma) yang
dipancarkan dari kobalt radioaktif (Cobalt-60) dan sesium radioaktif
(Caesium-37). Keefektifan radiasi berintensitas tinggi ini dalam
mensterilkan suatu produk tidak diragukan lagi. Namun, pengaruh
iradiasi terhadap rasa, bau, aroma, warna, tekstur dan mutu gizi masih
perlu dikaji dengan lebih baik. Demikian pula dengan perubahanperubahan
kimiawi yang mungkin dihasilkan dari bahan pangan yang
diiradiasi, masih perlu dievaluasi pengaruhnya terhadap manusia dan
hewan.

e. Penyegelan
Proses ini dilakukan dengan menyimpan makanan kedalam wadah khusus yang
tertutup rapat seperti pengalengan, dengan tujuan meminimalkan masuknya bakteri
ke dalam makanan. Biasanya juga disertai dengan proses vakum.

Sumber:
Biologi 3 : Kelas XII SMA dan MA / penulis, Ida Herlina… [et al] ;
editor, Pipih Latifah . — Jakarta : Pusat Perbukuan,
Departemen Pendidikan Nasional, 2009 dan berbagai sumber.

Demikian cara pengawetan makanan secara biologi
Diterbitkan di: 12 Januari, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.