Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Biologi>Komponen Komponen Darah Manusia

Komponen Komponen Darah Manusia

oleh: 3handoyo     Pengarang : Eva Latifah Hanum et al.
ª
 
Komponen Komponen Darah Manusia
Komponen darah pada tubuh manusia adalah terdiri dari plasma darah dan sel darah.
Apabila darah ditempatkan dalam tabung reaksi lalu didiamkan untuk beberapa saat, tinggallah
cairan yang berwarna kekuningan yakni plasma darah, sedangkan warna merah akan mengendap yakni sel darah.

Plasma Darah
Plasma darah merupakan bagian cair yang berwarna kekuningan, terdiri atas:
1) hampir 90% air yang di dalamnya terlarut berbagai macam zat, sari
makanan, garam mineral, hormon, enzim, protein, dan zat sisa
metabolisme;
2) garam-garam mineral, misalnya NaCl, KCl dan garam-garam fosfat.
Adanya garam menyebabkan tekanan darah dalam pembuluh darah
kapiler lebih besar daripada tekanan darah dalam jaringan sehingga darah
yang terdapat di dalam pembuluh kapiler dapat masuk dalam jaringan.
Sebaliknya tekanan darah dalam jaringan lebih besar daripada tekanan
darah pada vena sehingga darah dari jaringan dapat masuk ke vena. Hal
ini menyebabkan adanya keseimbangan pada tekanan darah;
3) protein plasma. Protein tidak hanya terdapat pada sel-sel darah, tetapi
juga pada plasma darah yang terdiri atas:
a) globulin berfungsi untuk membentuk zat antibodi dan protrombin;
b) fibrinogen berfungsi dalam proses pembelahan;
c) albumin berfungsi untuk menjaga tekanan osmotik darah, yaitu
dengan adanya albumin di dalam plasma maka tekanan osmotik di
dalam sel darah dengan plasma darah kira-kira sama sehingga cairan
plasma tidak dapat ke dalam sel darah.
d) serum plasma darah yang tidak mengandung fibrinogen dan berisi
antibodi.
e) antitoksin, berfungsi menetralkan racun;
f) opisimin berfungsi memacu sifat fagosit pada leukosit.

Sel Darah
Sel darah adalah sel-sel yang hidup, terdiri atas sel darah merah (eritrosit),
sel darah putih (leukosit), dan keping darah pembeku (trombosit).

1) Eritrosit - Sel Darah Merah
Pada vertebrata umumnya eritrosit (sel darah merah) berbentuk lonjong, bikonvek,
dengan inti lonjong kecuali pada mamalia berbentuk bundar bikonkaf (cekung
di kedua sisi), tidak berinti dan warnanya merah karena mengandung hemoglobin
(Hb), yaitu protein rangkap yang mengandung Fe terdiri atas hemin
dan globin, berdiameter 7–8 mm. Setiap 1 mm3 darah mengandung 4-6 juta,
Banyaknya sel darah merah pada laki-laki dewasa 5 juta/mm3, sedangkan
wanita dewasa 4,5 juta mm3.

Fungsi Sel darah Merah
Fungsi sel darah merah adalah untuk mengangkut oksigen dan makanan ke seluruh tubuh. Orang-orang yang tinggal di dataran tinggi umumnya memiliki eritrosit lebih banyak, contoh orang hidup di Peru, pada
ketinggian 6.000 m dari permukaan laut memiliki sel darah merah kurang lebih 8 juta/mm3. Bagian dari sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen adalah hemoglobin, sedang kondisi kekurangan hemoglobin disebut sebagai anemia.

2) Leukosit - Sel darah Putih
Leukosit (sel darah putih) berukuran lebih besar daripada eritrosit, bentuknya tidak
tetap (ameboid). Besarnya bervariasi 8-15 μ, jumlahnya 6.000-11.000 tiap mm3
serta memiliki inti sel.

Fungsi Sel darah Putih
Secara umum, leukosit berfungsi sebagai bagian dari sistem imun atau kekebalan tubuh. Leukosit dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu:
a) Granulosit
Granulosit merupakan sel fagosit, memakan benda
asing, terutama bakteri. Oleh karena itu, granulosit dapat menembus
dinding kapiler, disebut diapedesis serta masuk ke jaringan-jaringan.
Apabila terjadi luka, granulosit akan berkumpul pada luka untuk
memakan bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Granulosit yang mati
akan berkumpul berupa nanah.
b) Agranulosit
Plasma agranulosit tidak mengandung granula (butiran), intinya relatif
besar, jumlahnya ± 25%. Agranulosit dibedakan menjadi dua yaitu:
(1) Limfosit, jumlahnya ± 23%. Dibentuk dalam sumsum merah, limpa,
dan kelenjar limfa. Fungsi limfosit tidak sebagai fagosit tetapi untuk
membentuk antibodi.
(2) Monosit, ukuran selnya besar ± 9-12 μm dan jumlahnya hanya sedikit.
Dibentuk di hati dan limpa. Fungsi monosit sama dengan granulosit,
memakan bakteri dan benda asing lainnya. Monosit dapat berpindah
dari aliran darah ke jaringan. Pada jaringan, monosit membesar dan
bersifat fagosit menjadi makrofag. Makrofag dan netrofil merupakan
fagosit utama paling efektif.

3) Trombosit - Keping Darah
Trombosit atau keping darah bentuknya tidak beraturan, berukuran kecil ± 3 μ dan tidak
memiliki inti. Jumlahnya ± 200.000 - 450.000/mm3 darah. Trombosit dibuat
dalam sumsum merah dari megakariosit. Megakariosit merupakan trombosit
yang sangat besar dalam sumsum tulang.

Fungsi trombosit
Trombosit berfungsi dalam proses pembekuan darah jika terjadi luka.
Sifatnya rapuh, jika terkena benturan pada
bidang yang besar atau berhubungan dengan udara akan pecah dan akan
mengeluarkan zat yang disebut trombokinase atau tromboplastin.
Apabila terjadi luka dan darah keluar, trombosit akan bersentuhan
dengan permukaan luka yang kasar, akan pecah dan mengeluarkan
tromboplastin/trombokinase. Trombokinase bersama-sama ion Ca++ akan
mengubah protrombin menjadi trombin. Protombin adalah senyawa globulin
yang larut dalam plasma darah. Protrombin dibuat di dalam hati dengan
bantuan vitamin K.

Trombin akan mengubah fibrinogen menjadi fibrin yang akan menghalangi
keluarnya sel-sel darah hingga terjadi pembekuan darah dalam waktu ± 5 menit.

Sumber: Biologi 2 : Kelas XI SMA dan MA / Eva Latifah Hanum… [et al] ;
. — Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, 2009.
Demikian komponen-komponen darah manusia
Diterbitkan di: 11 Januari, 2013   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.