Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Ekosistem

oleh: NurulHidayati     Pengarang : Nurul Hidayati
ª
 
/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; line-heigh t:115%; font-size:11.0pt; font-family:" Calibri","sans-serif"; mso-bidi-font-family:"TimesNew Roman";}

/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; line-heigh t:115%; font-size:11.0pt; font-family:" Calibri","sans-serif"; mso-bidi-font-family:"TimesNew Roman";}

Ekosistem adalah suatu kesatuan dinamis yang terdiri dari berbagai spesies makhluk hidup yang berinteraksi dengan lingkungannya, baik lingkungan biotik maupun lingkungan abiotik. Interaksi yang terjadi sering saling memengaruhi satu dengan yang lainnya.

Ekosistem terdiri atas dua komponen, yaitu komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen biotik adalah komponen yang terdiri atas makhluk hidup, seperti tumbuhan, manusia, hewan, dan mikroorganisme. Komponen biotik tersebut dalam rantai makanan dapat berperan sebagai produsen, konsumen, detritivor, ataupun dekomposer. Adapun yang dimaksud dengan komponen abiotik adalah komponen yang tidak hidup, seperti udara, cahaya matahari, tanah, air, iklim, dan topografi.

Dalam ekosistem terdapat suatu interaksi, baik antarkomponen biotik ataupun antara komponen biotik dengan komponen abiotik. Interaksi yang terjadi tersebut sering saling memengaruhi satu dengan yang lainnya. Begitu pula interaksi antara komponen biotik dengan komponen abiotik. Keberadaan komponen abiotik sangat memengaruhi komponen abiotik, sedangkan komponen komponen abiotik ditunjang komponen biotik. Berikut contohnya: tumbuhan dapat hidup baik apabila lingkungan memberikan unsur-unsur yang dibutuhkan tumbuhan tersebut, contohnya air, udara, cahaya, dan garam-garam mineral. Begitu pula sebaliknya, tumbuhan yang ada di hutan memengaruhi keberadaan air, sehingga mata air dapat bertahan dan tanah dapat tetap subur. tanpa tumbuhan, air tidak dapat tertahankan, akibatnya tanah menjadi tandus ataupun berpotensi menyebabkan tanah longsor.

Interaksi antarkomponen biotik dapat berupa kompetisi, predasi, dan simbiosis. Interaksi antara rusa dan kuda di padang rumput termasuk kompetisi. Keduanya bersaing untuk mendapatkan rumput. Berbeda interaksi antara rusa dan harimau. Interaksi yang terjadi merupakan predasi. Harimau merupakan predatornya. Simbiosis merupakan interaksi di antara dua organisme yang dapat menguntungkan ataupun merugikan.

Simbiosis dibedakan menjadi tiga, yaitu simbiosis komensalisme, simbiosis mutualisme, ataupun simbiosis parasitisme.

  1. Simbiosis komensalisme merupakan interaksi yang menguntungkan salah satu organisme, namun tidak berpengaruh pada yang lain. Misalnya, interaksi antara ikan remora dan ikan hiu, interaksi antara ikan badut dan anemon laut, interaksi antara anggrek dan tanaman inang.
  2. Simbiosis mutualisme merupakan interaksi yang saling menguntungkan. Misalnya, interaksi antara burung kolibri dan bunga, interaksi antara burung jalak dan kerbau.
  3. Simbiosis parasitisme merupakan interaksi yang menguntungkan salah satu pihak dan merugikan yang lainnya. Misalnya, interaksi antara tali putri dan tumbuhan beluntas.

Di bumi ini, terdapat berbagai macam ekosistem. Berdasarkan sejarah terbentuknya, ekosistem dibedakan menjadi tiga, yakni ekosistem alami, buatan, dan suksesi. Ekosistem alami terbentuk secara alami tanpa campur tangan manusia, misalnya ekosistem danau. Sebaliknya, ekosistem buatan terbentuk sengaja oleh manusia sesuai dengan keinginannya, misalnya ekosistem sawah. Adapun ekosistem suksesi, terbentuk oleh suksesi lingkungan yang biasanya didahului oleh kerusakan.

Berdasarkan tempat terjadinya, ekosistem dibedakan menjadi dua, yaitu ekosistem darat dan ekosistem akuatik (ekosistem air laut dan ekosistem air tawar). Berdasarkan letak geografisnya, ekosistem darat dibedakan menjadi beberapa bioma, di antaranya bioma gurun, bioma padang rumput, bioma hutan basah, bioma tundra, dan bioma taiga.

Ekosistem akuatik tersusun atas berbagai macam organisme. Berdasarkan cara hidupnya, organisme akuatik dibedakan sebagai berikut.

  1. Bentos, hidup merangkak di dasar perairan, misalnya ketam dan cacing air.
  2. Nekton, hidup bebas berenang secara aktif di dasar perairan, misalnya ikan.
  3. Neuston, hidup di permukaan perairan, misalnya eceng gondok dan teratai.
  4. Plankton, hidup melayang-layang mengikuti arus air bergantung intensitas cahaya, misalnya alga.
  5. Perifiton, hidup menempel pada benda-benda yang ada di lingkungan air, misalnya lumut.

Ekosistem air tawar memiliki karakteristik sebagai berikut: kadar garam rendah, kondisi lingkungan dipengaruhi oleh iklim dan cuaca, variasi antara permukaan dan dasar sangat rendah, serta penetrasi cahaya di perairan kurang. Berdasarkan penetrasi cahaya, daerah ekosistem air tawar terbagi menjadi daerah litoral, limnetik, profundal, dan bentik. Adapun ekosistem air laut sebaliknya, yaitu memiliki kadar garam tinggi, dipengaruhi oleh iklim dan cuaca, memiliki variasi perbedaan suhu di permukaan dengan di kedalaman, serta penetrasi cahaya matahari ke laut terbatas. Berdasarkan penetrasi, daerah ekosistem air laut terbagi menjadi zona fotik, bentik, dan afotik.

Diterbitkan di: 02 Desember, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.