Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Biologi>Reproduksi ASEKSUAL TUMBUHAN

Reproduksi ASEKSUAL TUMBUHAN

oleh: miawth    
ª
 
/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; line-heigh t:115%; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif";}

Reproduksi bertujuan melestarikan keberadaan suatu spesies agar tidak mengalami kepunahan. Reproduksi tumbuhan dapat berlangsung secara seksual (melalui peleburan gamet) maupun aseksual (tanpa peleburan gamet). Reproduksi aseksual ada yang terjadi secara alami namun ada juga yang terjadi karena bantuan manusia.

Reproduksi aseksual alami antara lain :

1. Dengan pembelahan sel, terjadi pada tumbuhan bersel satu, misalnya alga bersel satu Chlorella, Clamydomonas, dan sebagainya.

2. Dengan menghasilkan spora vegetative, misalnya pada tumbuhan paku, fungi, dan ganggang.

3. Dengan rhizome atau akar tinggal, misalnya pada bunga tasbih, lengkuas, dan kunyit.

4. Dengan stolon atau geragih, misalnya pegagan, rumput teki, dan arbei.

5. Dengan umbi batang, misalnya pada kentang.

6. Dengan umbi lapis, misalnya pada bawang merah.

7. Dengan umbi akar, misalnya pada ketela pohon.

8. Dengan tunas, misalnya pada bambu.

9. Dengan tunas adventif, misalnya pada cocor bebek.

Reproduksi aseksual buatan antara lain :

1. Mencangkok

Tumbuhan yang biasa dicangkok adalah tumbuhan dikotil seperti jambu, sawo, rambutan, mangga, dan jeruk. Tujuan mencangkok adalah agar diperoleh tumbuhan baru yang cepat berbuah dan sifatnya sama dengan induknya.

2. Menempel (okulasi)

Menempel adalah menggabungkan bagian dua tumbuhan yang berbeda. Umumnya dua jenis tanaman yang digabungkan tersebut mempunyai kelebihan. Misalnya tumbuhan mangga berakar kuat, buahnya sedikit dengan tumbuhan mangga berakar lemah yang buahnya banyak. Cara menempel : pada batang mangga yang berakar kuat ditempelkan kulit yang mempunyai calon tunas dari mangga yang berbuah banyak tetapi berakar lemah.

3. Merunduk

Cara ini dilakukan dengan merundukkan dan kemudian membelokkan ke bawah batang atau cabang tanaman. Pada bagian cabang yang tertimbun tanah kemudian akan tumbuh akar-akar. Setelah akar-akarnya kuat cabang yang berhubungan dengan batang induk dipotong. Tanaman yang biasa dikembangkan dengan merunduk adalah apel, anyelir, alamanda, selada air, dan anggur.

4. Mengenten (menyambung)

Pada dasarnya menyambung sama dengan menempel. Cara ini banyak dilakukan pada singkong dan buah-buahan. Mula-mula biji disemaikan. Setelah tumbuh lalu disambung dengan ranting/cabang dari pohon sejenis yang buahnya baik. Kemiringan potongan + 45o. diameter batang atas harus sesuai dengan diameter batang bawah. Kedua sambungan itu diikat dengan kuat. Diusahakan agar tidak terjadi infeksi. Buah yang dihasilkan akan sama dengan buah yang dihasilkan pohon asalnya.

5. Stek

Stek adalah memperbanyak dengan potongan-potongan batang yang ditanam, lalu tumbuh menjadi tanaman baru. Potongan-potongan tersebut harus punya buku-buku. Banyak dilakukan terhadap ubi kayu, tebu, serta tanaman pagar.

Diterbitkan di: 31 Oktober, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.