Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Udara yang Sehat

oleh: Vlotska     Pengarang : sabbathyamori
ª
 
Setiap makhluk hidup di Bumi ini memerlukan udara untuk hidup, termasuk manusia. Udara merupakan komponen yang vital bagi kehidupan. Namun, dengan semakin berkembangnya teknologi dan meningkatnya kebutuhan manusia, kualitas udara justru semakin buruk.

Apa yang terkandung dalam udara yang kita hirup setiap saat? Makhluk hidup, seperti manusia, hewan, dan tumbuhan, tinggal di lapisan atmosfer Bumi yang paling bawah yaitu troposfer. Kandungan udara pada troposfer terdiri atas Nitrogen (78.17%), Oksigen(20.97%), Argon (0.9%), Karbondioksida (variabel, tetapi sekitar 0.0357%), uap air, dan gas lainnya seperti Neon, Krypton, Hidrogen, dan Helium.

Tumbuhan merupakan penghasil oksigen utama di Bumi. Hal ini membuat tumbuhan menjadi aset penting bagi keberlangsungan hidup di Bumi. Akan tetapi, aktivitas manusia semakin mengurangi jumlah tumbuhan penyedia oksigen. Keadaan tersebut dapat dilihat di kota-kota besar yang hampir tidak mempunyai ruang terbuka hijau, luasnya tidak seberapa dibandingkan perumahan dan gedung-gedung beton yang menjulang tinggi. Keberadaan ruang terbuka hijau kini semakin dilupakan.

Yang termasuk ruang terbuka hijau itu di antaranya taman kota, hutan kota, jalur hijau, halaman rumah, taman atap, kebun binatang, dll. Ruang terbuka hijau berfungsi sebagai filter udara dan daerah tangkapan air. Daun-daun pepohonannya bertugas menyerap polutan-polutan di sekitarnya. Ketika hujan turun, tanah dan akar-akar pepohonan itu akan “mengikat” air yang jatuh sehingga menjadi cadangan air. Kawasan hijau juga melepaskan anion (ion negatif) lebih besar ketimbang kawasan tanpa pepohonan.

Kandungan anion pada udara memiliki gaya elektromagnetik, yang memudahkan pelekatan anion pada permukaan bakteri dan virus. Proses ini menghasilkan aliran elektromagnetik yang dapat membunuh bakteri dan virus, serta menekan pertumbuhan dan perkembangan bakteri seperti yang terjadi pada proses sterilisasi.

Berdasarkan penelitian, terdapat lima jenis tanaman pohon dan lima jenis tanaman perdu yang bisa mereduksi polusi udara. Pohon-pohon tersebut adalah pohon felicium (Filicium decipiens), mahoni (Swietenia mahagoni), kenari (Canarium commune), salam (Syzygium polyanthum), dan anting-anting (Elaeocarpus grandiforus). Jenis tanaman perdu yang baik untuk mengurangi polusi udara adalah puring (Codiaeum variegatum), werkisiana, nusa indah (Mussaenda sp), soka (Ixora javanica), dan kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis). Kita dapat menanam jenis-jenis tumbuhan tersebut di sekitar lingkungan kita untuk mengurangi polusi udara.

Diterbitkan di: 02 Juni, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.