Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Biologi>Hormon - Hormon Yang Berperan Dalam Spermatogenesis dan Oogenesis

Hormon - Hormon Yang Berperan Dalam Spermatogenesis dan Oogenesis

oleh: wanenoor     Pengarang : Rasuane Noor
ª
 
Dalam proses pembentukan sel gamet, peran hormon di dalam tubuh merupakan hal yang mutlak diperlukan karena dengan adanya hormon semua proses dalam berlangsung dengan baik, akan tetapi jika ada masalah dengan hormon makan membuat proses akan terganggu, kerja hormonpun ada sistem mekanisme umpan balik, jika horman yang diproduksi mencukupi makan akan distop begitu juga sebaliknya jika hormon yang dutuhkan kurang makan akan dipacu produksinya.

Proses pembentukan spermatozoa dipengaruhi oleh kerja beberapa hormon, diantaranya:

a. Kelenjer hipofisis menghasilkan hormon peransang folikel (Folicle Stimulating Hormon / FSH) dan hormon lutein (Luteinizing Hormon/LH).

b. LH merangsang sel leydig untuk menghasilkan hormon testosteron. Pada masa pubertas, androgen/testosteron memacu tumbuhnya sifat kelamin sekunder.

c. FSH merangsang sel Sertoli untuk menghasilkan ABP (Androgen Binding Protein) yang akan memacu spermatogonium untuk memulai spermatogenesis.

d. Hormon pertumbuhan, secara khusus meningkatkan pembelahan awal pada spermatogenesis.


Proses pembentukan ovum / sel telur dipengaruhi oleh kerja beberapa hormon, diantaranya:

Pada wanita usia reproduksi terjadi siklus menstruasi oleh aktifnya aksis hipothalamus-hipofisis-ovarium. Hipothalamus menghasilkan hormon GnRH (gonadotropin releasing hormone) yang menstimulasi hipofisis mensekresi hormon FSH (follicle stimulating hormone) dan LH (lutinuezing hormone). FSH dan LH menyebabkan serangkaian proses di ovarium sehingga terjadi sekresi hormon estrogen dan progesteron. LH merangsang korpus luteum untuk menghasilkan hormon progesteron dan meransang ovulasi. Pada masa pubertas, progesteron memacu tumbuhnya sifat kelamin sekunder. FSH merangsang ovulasi dan meransang folikel untuk membentuk estrogen, memacu perkembangan folikel. Hormon prolaktin merangsang produksi susu.

Mekanisme umpan balik positif dan negatif aksis hipothalamus hipofisis ovarium.
Tingginya kadar FSH dan LH akan menghambat sekresi hormon GnRH oleh hipothalamus. Sedangkan peningkatan kadar estrogen dan progesteron dapat menstimulasi (positif feedback, pada fase folikuler) maupun menghambat (inhibitory/negatif feedback, pada saat fase luteal) sekresi FSH dan LH di hipofisis atau GnRH di hipothalamus.

Diterbitkan di: 06 Mei, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    jelakan hormon-hormon yang berperan dalam sperma Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    hormon apa saja yang berperan dalam spermatogenesis ? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana hormon yang terlibat dalam proses spermatogenesidan oogenesis berkerja Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    letak tubulus seminiferus itu dimana ? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    testis 15 Februari 2014
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa yang terjadi jika hormon progesteron menurun Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Apakah seluruh oogenesis berlangsung di ovarium? Jelaskan. Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    jelaskan hormon hormon yg berperan di dalam sperma togenesis dan oogenesis Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    hormon-hormon yang berfungsi dalam perkemmbangan Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    hormon apa saja yang berperan dalam proses Oogenesis? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    FSH DAN LH 27 Mei 2013
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.