Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Densitas

oleh: DionThohiron     Pengarang : NN
ª
 

Densitas adalah jumlah individu per satuan area tertentu, sebagai contoh adalah 300 pohon Sacharum oficinarum/ha. Cara perhitungan densitas tidak dengan menghitung semua individu yang ada dalam suatu area. Cara yang digunakan adalah dengan menggunakan sampling area. Luas sampling area adalah 1% dari luas area total yang diamati.


Pengamatan area sampling dilakukan secara acak dengan penggunakan kuadrat. Kuadrat adalah sembarang bentuk yang diberi batas dalam suatu vegetasi, sehingga penutup seperti densitas dan dominansi dapat diperkirakan ataupun dihitung.


Ukuran kuadrat sangat tergantung pada tipe vegetasi yang diamati. Pada tumbuhan yang anual dengan homogenitas yang tinggi maka ukuran kuadrat dapat sangat kecil, sedangkan pada pohon dapat digunakan ukuran 10-50 m dalam satu sisi.


Densitas dapat ditinjau dengan tanpa melihat masing-masing jenis, data seperti ini bisa digunakan untuk menghitung jumlah rata-rata individu dari total cuplikan. Perincian densitas per jenis, menunjukkan populasi masing-masing jenis dan apabila dikaitkan dengan persebaran ukuran seluruh individu dari masing-masing jenis, diperoleh informasi tentang strategi regenerasi atau untuk upaya pengelolaan dan usaha konservasinya, namun data densitas tidak akan berguna tanpa identitas atau informasi dari data yang lain. Densitas suatu spesies merupakan suatu ukuran yang statis, data yang diperoleh tidak dapat mengungkap interaksi dinamik yang terjadi pada anggota spesies tersebut.

Menjaga validitas dari pengamatan, kuadrat diletakan secara acak dengan memperhatikan ordinat sumbu X dan ordinat sumbu Y, yang merupakan dimensi luas area yang diamati. Masing masing sumbu ordinat dibagi dalam unit kecil dengan interval tertentu, tentunya interval untuk ordinat X maupu Y sanat tidak mungkin sama, kecuali area yang diamati mampunyai bangun bujur sangkar.


Mempertimbangkan luas area yang digunakan sampling dalam pengamatan dan tipe vegetasi, maka diperoleh masing masing jarak interval pada sumbu X dan Y. Contoh adalah : Luas area total adalah 10.000.000 m2, , maka area samplingnya adalah 1% dari 10.000.000 m2 = 100.0000 m 2., jika tipe vegetasi yang diamati memerlukan luas 4 m2, maka jumlah kuadrat yang diamati sebanyak 100.000/4=25.000 plot. Mengetahui jarak X dan Y adalah sangat penting karena dipergunakan sebagai pembilang dari jumlah total plot yang diamati. Pembuatan unit pada ordinat X ataupun Y dibagi sebanyak plot.


Peletakan plot yang dilakukan acak dapat dilakukan dengan undian /lotre sebanyak unit yang ada di X dan Y. Titik pertemuan antara unit X dan Y adalah tempat kuadrat diletakan.


Bagaimana jika peletakan acak yang dilakukan, digunakan pada suatu darerah yang sangat heterogen dan sangat luas. Menghindari menggerombolnya titik peletakan kuadrat maka lokasi yang diamati dikelompokan dalam tipe vegetasi, kemudian dilakukan penghitungan pada tiap wilayah vegetasi yang berbeda.


Pengukuran densitas pada pohon yang terdapat dihutan pada umumnya dihitung dengan metode jarak, yang dibicarakan pada metode teknik sampling.

Diterbitkan di: 16 Maret, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.