Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Fitoplankton

oleh: DionThohiron     Pengarang : NN
ª
 

1. Klasifikasi

Plankton merupakan organisme mikroskopis yang hidup melayang di perairan, pergerakannya terbatas dan selalu mengikuti arus air (Sachlan, 1974: 2). Farid (2002: 1) mengemukakan bahwa plankton merupakan organisme yang sangat kecil, memiliki ukuran 0,45 mm yang tak nampak oleh mata telanjang dan tersebar luas diperairan tawar dan laut. Plankton ada dua jenis yaitu zooplankton yang memiliki karakteristik seperti hewan dan fitoplankton yang memiliki karakteristik seperti tumbuhan, misalnya melakukan fotosintesis. Menurut Fachrul (2007: 90) Fitoplankton adalah mikroorganisme nabati yang hidup melayang di dalam air, relatif tidak mempunyai alat gerak dan mampu berfotosintesis. Fitoplankton terdiri dari berbagai jenis algae. Di dalam komunitas fitoplankton, terdapat beberapa kelompok algae yang umum ditemukan, diantaranya adalah Chlorophyta (green algae), Xanthophyceae (yellow-green algae), Chrysopyhceae (golden-brown algae), Bacillariophyceae (diatoms), Euglenophyceae (euglenoids), Dinophyceae (dinoflagellates) (Wetzel, 2001). Fitoplankton dapat dikelompokkan berdasarkan ukurannya. Ada enam kelompok fitoplankton, yaitu megaplankton yang memiliki ukuran lebih besar dari 2.0 mm, makroplankton yang memiliki ukuran 0.2 - 2.0 mm, mikroplankton yang memiliki ukuran antara 20 µm – 0.2 mm, nanoplankton yang memiliki ukuran 2.0 µm – 20 µm, picoplankton yang memiliki ukuran 0.2 µm – 2.0 µm dan femtoplankton yang memilki ukuran 0.01 µm – 0.2 µm (Wetzel, 2001 : 335).

2. Habitat

Fitoplankton dapat ditemukan di beberapa jenis perairan, yaitu laut, danau, sungai, kolam dan waduk. Fitoplankton dapat hidup di berbagai kedalaman, asalkan masih terdapat cahaya matahari yang mencukupi untuk melakukan fotosintesis (Fachrul, 2007: 90). Sifat khas fitoplankton menurut Nontji (1974) dalam Fachrul (2007: 90) adalah mampu berkembang secara berlipat ganda dalam waktu yang relatif singkat, tumbuh dengan kerapatan tinggi, melimpah dan terhampar luas. Fitoplankton memperoleh energi melalui proses yang dinamakan fotosintesis, sehingga harus berada pada bagian permukaan permukaan (disebut sebagai zona euphotic) laut, danau atau perairan lainnya.

3. Morfologi

Struktur morfologi fitoplankton bermacam-macam, ada yang uniseluler dan multiseluler, berbentuk benang, bulat, oval, hidup tunggal maupun berkelompok (Reynolds, 1984). Sel dari fitoplankton memiliki dinding sel, membran plasma, membran nukleus, mitokondria, lisosom, badan golgi, retikulum endoplasma, pyrenoid dan plastid tetapi memiliki ribosom (Reynolds, 1984). Dinding sel pada fitoplankton ada yang terdiri dari selulosa, silika, pektin dsb. Fitoplankton dapat bergerak sedikit, dengan silia atau pun flagela, tetapi tidak mempunyai daya untuk melawan arus air dan fitoplankton umumnya berwarna, hal ini dikarenakan fitoplankton memiliki klorofil yang terkandung dalam kloroplas (Sachlan, 1972: 11).

4. Kedudukan Fitoplankton dalam Ekosistem

Fitoplankton adalah komponen autotrof plankton, yang mampu mensintesis makanan sendiri yang berupa bahan organik dari bahan anorganik dengan bantuan energi. Komponen autotrof ini berfungsi sebagai produsen (Anonim, 2008b: 1). Sebagaimana dikemukakan pula oleh Fachrul (2007: 92) bahwa fitoplankton berperan sebagai produsen dalam ekosistem perairan yang merupakan salah satu komponen utama dalam suatu sistem rantai makanan atau jaring makanan, karena fitoplankton adalah mikroorganisme yang mampu melakukan fotosintesis. Pada ekosistem danau fitoplankton jauh lebih penting daripada vegetasi berakar di dalam memproduksi makanan pokok untuk kehidupan ekosistem (Odum, 1996: 386). Hal ini terjadi karena tanaman berakar hanya terdapat di daerah litoral, sedangkan fitoplankton terdapat di daerah limnetik yang lebih luas. Kemampuan fitoplankton untuk mensintesis sendiri bahan organiknya menjadikan mereka sebagai dasar dari sebagian besar rantai makanan di ekosistem lautan dan di ekosistem air tawar. (Anonim, 2008b: 1). Dalam struktur piramida makanan, fitoplankton sangatlah penting karena menempati posisi sebagai produksi primer. Fitoplankton yang berperan sebagai produsen, peranan produsen dalam suatu ekosistem adalah sebagai pengubah energi cahaya matahari menjadi energi kimia melalui proses fotosintesis (Odum, 1996: 376). Energi kimia disini merupakan senyawa organik karbon yang bemanfaat bagi organisme heterotrof yang hidup di ekosistem tersebut. Maka, produktivitas perairan sangat ditentukan dengan adanya fitoplankton. Suatu perairan cenderung memiliki produktivitas primer tinggi apabila ketersediaan fitoplanktonnya tinggi (Nontji, 1984 dalam Nahib, 2007: 73). Keberadaan fitoplankton disuatu perairan sangat dipengaruhi oleh faktor biologi, fisik dan kimiawi lingkungan diperairan tersebut (Fachrul, 2007: 91). Beberapa faktor fisik dan kimiawi lingkungan yang mempengaruhi keberadaan fitoplankton diantaranya intesitas cahaya, kedalaman perairan, unsur hara (Fachrul, 2007: 90-91).

Diterbitkan di: 11 Maret, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    sebutkan dua peranan penting fitoplankton terhadap komunitas kolam Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah perananan penting fitoplankton Dalam komunitas kolam Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    dua peranan penting fitoplankton dalam komunitas kolam Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    peranan penting fitoplankton dalam ekosistem kolam Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.