/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-style-parent:"";
font-size: 10.0pt;
font-family:"Calibri","sans-serif";}
3.1.
Langkah-langkah
Pelaksanaan Pendekatan KPS
Bahri (2000:91-92)
mengemukakan langkah-langkah pelaksanaan pendekatan KPS adalah sebagai berikut
:
1. Pendahuluan
Menyiapkan fisik dan mental siswa untuk menerima bahan
pelajaran baru dengan cara :
a)
Mengulang bahan pelajaran lalu yang berkaitan dengan dengan
bahan yang akan diajarkan.
b)
Mengajukan pertanyaan yang umum sehubungan bahan pelajaran
baru untuk membangkitkan minat siswa
2. Pelaksanaan
Langkah ini merupakan inti dari ketiga langkah pelaksanaan
pendekatan KPS. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah :
a)
Menjelaskan bahan pelajaran baru dibantu dengan peragaan
demonstrasi, gambar, model, bagan yang sesuai dengan keperluan. Tujuan kegiatan
ini adalah untuk mengembangkan kemampuan mengamati dengan cepat, cermat, dan
tepat.
b)
Merumuskan hasil pengamatan dengan merinci, mengelompokkan,
atau mengklasifikasikan materi pelajaran yang diterapkan dari kegiatan
pengamatan terhadap bahan pelajaran tersebut.
c)
Menafsirkan hasil pengelompokan itu dengan menunjukkan
sifat, hal, peristiwa, atau gejala yang terkandung pada tiap kelompok.
d)
Meramalkan sebab akibat kejadian peristiwa yang mungkin
terjadi di waktu lain atau mendapat suatu perlakuan yang berbeda.
e)
Menerapkan pengetahuan, keterampilan, sikap yang ditemukan
atau diperoleh dari kegiatan sebelumnya atau peristiwa yang baru dan berbeda.
f)
Merencanakan
penelitian seperti melakukan eksperimen sehubungan dengan masalah yang belum
diselesaikan.
g)
Mengkomunikasikan hasil kegiatan kepada orang lain dengan cara
berdiskusi, ceramah, dan sebagainya.
3. Penutup
a)
Mengkaji ulang kegiatan yang telah dilaksanakan dan
merumuskan hasil yang diperoleh melalui kegiatan tersebut.
b)
Mengadakan tes akhir dan memberikan tugas-tugas (misalnya
PR)
3.5.
Peranan
Guru dalam Mengembangkan KPS
Dalam mengembangkan KPS
peran guru sangatlah menentukan. Menurut Rustaman (2003:96) peran guu dalam
mengembangkan keterampilan proses adalah :
1.
Peranan Umum
Secara umum peran guru terutama berkaitan dengan pengalaman
mereka membantu siswa mengembangkan keterampilan proses sains. Menurut Harlen
(Rustaman, 2003:96) sedikitnya terdapat lima aspek yang perlu diperhatikan oleh
guru dalam berperan mengembangkan keterampilan proses sains :
a.
Memberikan kesempatan untuk menggunakan keterampilan proses
dalam melakukan eksplorasi materi dan fenomena. Pengalaman langsung tersebut
memungkinkan siswa untuk menggunakan alat-alat inderanya dan mengumpulkan
informasi atau bukti-bukti untuk kemudian ditindak lanjuti dengan mengajukan
pertanyaan, merumuskan hipotesis berdasarkan gagasan yang ada.
b.
Memberikan kesempatan untuk berdiskusi dalam
kelompok-kelompok kecil juga diskusi kelas.
c.
Mendengarkan pembicaraan siswa dan mempelajari produk
mereka dan untuk menemukan proses yang diperlukan untuk membentuk gagasan
mereka. Dengan kata lain aspek ketiga ini menekankan membantu siswa
pengembangkan keterampilan bergantung pada pengetahuan bagaimana siswa
menggunakannya.
d.
Mendorong siswa mengulas (review) secara kritis tentang
bagaimana kegiatan yang telah mereka lakukan. Selama dan setelah menyelesaikan
kegiatan para siswa mendiskusikan bagian-bagian atau keseluruhan penyelidikan.
Guru juga hendaknya mendorong siswa mempertimbangkan mengenali
keterampilan-keterampilan yang perlu ditingkatkan. Membantu siswa untuk
menyadari keterampilan-keterampilan yang telah mereka perlukan adalah penting
sebagai bagian dari proses belajar mereka sendiri.
e.
Memberikan teknik atau strategi untuk meningkatkan
keterampilan, khususnya ketepatan dalam observasi dan pengukuran. Begitu pula
dalam penggunaan alat, menggunakan teknik yang tepat berarti memerlukan
pengetahuan bagaimana cara menggunakannya.
2.
Peranan Khusus
Adapun peran khusus guru
dalam mengembangkan keterampilan proses adalah :
a.
Membantu mengembangkan keterampilan observasi.
b.
Membantu keterampilan klasifikasi.
c.
Membantu mengembangkan keterampilan berkomunikasi.
d.
Membantu mengembangkan keterampilan interpretasi.
e.
Membantu mengembangkan keterampilan prediksi.
f.
Membantu mengembangkan keterampilan berhipotesis.