Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Biologi>Perkembangbiakan pada Beberapa Avertebrata

Perkembangbiakan pada Beberapa Avertebrata

oleh: unguceria     Pengarang : Tim Biologi NF
ª
 
1. Hewan berpori (Porifera)
Hewan berpori atau biasa disebut sepon dapat berkembang biak secara vegetatif dan generatif. Secara vegetatif dengan pembentukan kuncup (tunas luar) atau dengan gemulae (tunas dalam). Sedangkan generatif dengan peleburan ovum atau spermatozoa.

2. Hewan Berongga (Coelenterata)
Pada hewan berongga yang hanya mempunyai semacam bentuk tubuh, misalnya bentuk polip saja dapat berkembang biak secara vegetatif dengan tunas maupun secara generatif karena bersifat hermaprodit. Sedangkan pada hewan berongga yang mempunyai dua macam bentuk tubuh (polip dan medusa) berkembang biak secara metagenesis.

3. Cacing (Vermes)
Umumnya hanya mampu berkembang biak secara generatif saja, tetapi dapat juga terbentuk secara vegetatif karena kemampuan daya regerasi yang besar. Misalnya saja Planaria berkembang biak secara vegetatif dengan fragmentasi dan cacing hati berpaedogenesis. Cacing Pipih (contohnya cacing pita) bersifat hermaprodit, dimana pada satu tubuh terdapat dua alat kelamin.
Cacing pita
Tubuh cacing pita bersegmen-segmen yang disebut proglotid. Pada setiap proglotid terdapat ovarium yang menghasilkan ovum dan testis yang menghasilkan sperma. Bila ovum dan sperma sudah masak, maka terjadilah pembuahan di dalam proglotid yang menghasilkan zigot.
Cacing Tanah
Dalam tubuh cacing tanah terdapat beberapa segmen yang kulitnya menebal disebut klitelium, dengan fungsi membentuk kokon (selaput pelindung telur). Dalam segmen tertentu terdapat testis (segmen ke-10 dan 11) yang membentuk spermatozoa dan ovarium (segmen ke-13) yang membentuk ovum> Walaupun ovum dan spermatozoa terdapat dalam satu tubuh, tetapi karena tidak terdapat saluran penghubung antara ovum dan spermatozoa, maka cacing tanah tidak pernah mengadakan pembuahan sendiri.

4. Hewan Bertubuh Lunak (Mollusca)
Hewan ini hanya mampu berkembang biak secara generatif. Contoh perkembangbiakan yang khas adalah pada bekicot (Helix aspersa). Bekicot bersifat hermaprodit. Setiap individu bekicot mempunyai kombinasi sistem reproduksi jantan dan betina (terdapat dalam rumah bekicot bagian atas) yang disebut ovotestis yang dapat menghasilkan ovum dan sperma. Walaupun bekicot dapat menghasilkan ovum dan sperma tetapi tidak dapat mengadakan pembuahan sendiri.

5. Hewan Beruas-ruas (Arthropoda)
Hewan-hewan ini hanya mampu berkembang biak secara generatif dengan pembuahan tetapi pada beberapa insekta seperti lebah jantan dan semut jantan dapat berpartenogenesis. pada insekta juga umumnya mengalami metamorfosis yang dapat dibedakan menjadi :
a. Metamorfosis tidak sempurna
Urutan metamorfosisnya : Telur - nimpa - imago
Contoh ; Belalang, jangkrik, dan kecoa.
b. Metamorfosis sempurna
Urutan metamorfosisnya : Telur - larva - pupa - imago
Contoh : kupu-kupu, lalat, dan nyamuk

6. Hewan berkulit duri (Echinodermata)
Kelompok hewan ini hanya mampu berkembang biak secara generatif, yaitu dengan peleburan antara sel telur dengan sperma, kecuali hewan yang memiliki daya regenerasi yang tinggi seperti bintang laut dapat berkembang biak secara vegetatif dengan cara fragmentasi.

Diterbitkan di: 04 Februari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.