Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Biologi>Gangguan pada sistem rangka

Gangguan pada sistem rangka

oleh: musyiadelwise     Pengarang : yuni
ª
 
Gangguan pada sistem rangka
Gangguan fisik ini adalah yang paling umum terjadi pada tulang yaitu kerusakan fisik tulang seperti patah atau retak tulang. Apabila terjadi fraktura (patah tulang) akan terbentuk zona fraktura yang runcing dan tajam. Pada zona tersebut timbul rasa sakit karena pergeseran tulang yang akan mengakibatkan pembengkakan bahkan pendarahan. Berdasarkan jenis fraktura yang terbentuk, fraktura dapat dibedakan menjadi empat kelompok sebagai berikut:

Fraktura Sederhana merupakan fraktura yang tidak melukai otot yang ada disekitarnya.

Fraktura Kompleks merupakan fraktura yang melukai otot atau organ yang ada disekitarnya, bahkan terkadang bagian fraktura dapat muncul ke permukaan kulit

Greenstick merupakan fraktura sebagian yang tidak memisahkan tulang menjadi dua bagian.

Cominuted merupakan fraktura yang mengakibatkan tulang terbagi menjadi beberapa bagian, tetapi masih berada didalam otot.

Gangguan Fisiologis

Gangguan fisiologis pada tulang dapat biasanyab disebabkan oleh kelainan fungsi hormon atau vitamin. Gangguan fisiologis pada tulang dapat dijelaskan sebagai berikut :

Rakhitis adalah penyakit tulang yang disebabkan kekurangan vitamin D. Vitamin berperan dalam proses penimbunan senyawa kapur ditulang. Kekurangan vitamin D akan menyebabkan tulang menjadi tidak keras. Para penderita rakhitis terlihat bagian kaki (tulang fibia dan fubula) melengkung menyerupai huruf X dan huruf.

Mikrosefalus adalah gangguan pertumbuhan tulang tengkorak sehingga kepala berukuran kecil. Kepala berukuran kecil karena pertumbuhan tulang tengkorak pada masa bayi kekuranan kalsium. Bayi yang menderita mikrosefalus seringkali bisa bertahan hidup tetapi cenderung mengalami keterbelakangan mental, gangguan koordinasi otot dan kejang.

Osteoporosis adalah gangguan tulang dengan gejala penurunan massa tulang sehingga tulang rapuh. Hal ini dikarenakan lambatnya osifikasi dan penghambatan reabsorbsi (penyerapan kembali) bahan-bahan tulang.

Osteoporosis terjadi karena ketidakseimbangan hormone kelamin pada pria maupun wanita. Mengkonsumsi kalsium dalam jumlah yang cukup sangat efektif, terutama sebelum tercapainya kepadatan tulang maksimal (sekitar umur 30 tahun). Minum 2 gelas susu dan tambahan vitamin D setiap hari, bisa meningkatkan kepadatan tulang pada wanita setengah baya yang sebelumnya tidak mendapatkan cukup kalsium. Sebaiknya semua wanita minum tablet kalsium setiap hari, dosis harian yang dianjurkan adalah 1,5 gram kalsium.

Kelainan akibat suatu penyakit seperti tuberculosis tulang dan penyakit tumor dapat menyebabkan tekanan fisik dan fisiologis terhadap mekanisme gerak tubuh.

Diterbitkan di: 23 Oktober, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    rangka tulang leher Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.