Sitoplasma Dan Fungsi Sitoplasma
Sitoplasma atau plasma sel, meliputi isi sel, keculai nukleus (intisel). Sitoplasma tersusun atas cairan dan padatan. Padatan sitoplasma terdiri atas organel- organel. Organel adalah bagian sel yang memiliki fungsi khusus, misalnya ribosom, mitokondira, dan kompleks Gogli. Cairan sitoplasma disebut sitosol. Sitosol tersusun atas air, protein, asam amino, vitamin, nukleotida, asam lemak, gula, dan ion-ion. Sitosol disebut pula matriks sitoplasma.
Sitosol tidak homogen (Serba sama), tetapi merupakan suatu larutan heterogen (serba aneka) yang kompleks. Ditinjau dari ukuran zat terlarut, cairan dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu larutan, koloid, dan suspensi. Apabila zat terlarut berukuran <0,01 mm disebut larutan, jika berukuran antara 0,01 mm - 0,1 mm disebut koloid, dan jika berukuran > 0,1 mm disebut susupensi. Sitosol bersifat koloid, terutama karena adanya protein dan RNA.
Sifat Fisik Sitosol
Sifat fisik stosol dapat berubah-ubah karena mengandung protein. Pada kondisi tertentu, sitosol berada dalam fase sol (cair) dan pada saat yang lain berada dalam fase gel (gelatin, padat). Fase sol atau gel tergantung kondisi sel. Sitosol dapat berubah dari fase sol ke gel atau sebaliknya dari gel ke sol. sedangkan jika dipanaskan akan memadat (fase gel). Pada umumnya, sitosol yang berada di dekat membran sel (ektoplasma) bersifat gel, sedangkan sitosol yang berada di bagian dalam sel ( endoplasma).
Fungsi Sitoplasma
1. Sitiplasma berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan kimia yang penting bagi metabolisme sel, seperti enzim-enzim, ion-ion, gula,lemak, dan protein.
2. Didalam sitoplasma itulah berlangsung kegiatan pembongkaran dan penyusunan zat melalui reaksi kimia, Misalnya pembentukan energi, sintesis asam lemak, assam amino, protein.
3. Sitoplasma "mengalir" di dalam sel untuk menjamin berlangsungnya pertukaran zat agar metabolisme berlangsung dengan baik. Gerakan organel tertentu sebagai akibat aliran sitoplasma tersebut dalam diamati dengan mikroskop.