Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Biologi>Pemanfaatan Biologi dalam Bidang Pertanian

Pemanfaatan Biologi dalam Bidang Pertanian

oleh: Sejathi     Pengarang: Dewi Chandra; S.Pd
ª
 

Dahulu para petani hanya mengetahui cara-cara bertani yang sederhana/
tradisional, yakni hanya dengan mencangkul tanah kemudian menanaminya
dengan tanaman yang diinginkan lalu disirami secukupnya. Dan hasil yang
didapat ternyata tidak terlalu menggembirakan baik mutu maupun jumlahnya.
Jika hal ini tidak segera diperbaiki maka kebutuhan masyarakat akan pangan
tidak dapat tercukupi, dan akan terjadi kekurangan bahan pangan (rawan
pangan). Apalagi pada masa sekarang ini, dimana telah terjadi ledakan jumlah
penduduk, tentunya masalah rawan pangan merupakan masalah yang harus
segera ditangani. Usaha yang harus dilakukan tidak hanya pada bagaimana
membatasi pertambahan jumlah penduduk, tetapi juga harus dipikirkan
bagaimana caranya meningkatkan produksi pangan.
Berkat kemajuan cabang-cabang Biologi dan teknologinya, sudah banyak
orang mengetahui bagaimana cara meningkatkan hasil pertaniannya.
Masyarakat khususnya para petani, kini telah banyak mengetahui bagaimana
cara memilih bibit tanaman unggul, bagaimana cara memilih pupuk yang
diperlukan berikut cara memupuknya, serta bagaimana cara memberantas
hama dengan pestisida atau insektisida, dengan maksud meningkatkan
kualitas dan kuantitas hasil panennya. Mereka pun telah banyak mengetahuiteknik-teknik berkebun seperti mencangkok, menempel, mengenten dan
sebagainya.
Untuk mendapatkan bibit unggul dari berbagai jenis tanaman sekarang tidaklah
sulit. Hampir di seluruh pelosok tanah air, bibit unggul berbagai jenis tanaman
bukan merupakan barang langka lagi. Hal ini berkat makin berkembangnya
prinsip-prinsip Genetika yang sudah banyak diketahui oleh para petani, seperti
dengan melakukan penyilangan (bastar), yang dapat dilakukan sendiri oleh
mereka. Selain itu, dengan menerapkan prinsip-prinsip Fisiologi Tumbuhan,
para petani melalui para ahli pertanian yang telah banyak mengetahui jenis
pupuk yang baik untuk berbagai jenis tanaman.
Adapun dalam penggunaan pupuk, pestisida atau insektisida pada
persawahan, perkebunan atau perladangan ini, para petani harus
memperhatikan faktor keseimbangan ekosistem di sekitarnya. Misalnya
dengan mengikuti/mematuhi dosis (takaran) serta intensitas yang ditetapkan
oleh setiap jenis pupuk atau pestisidanya. Jika pemakaian zat-zat kimia
tersebut melebihi aturan yang ditetapkan biasanya akan menimbulkan
pencemaran air sungai di sekitar areal pertanian tersebut.
Diterbitkan di: 05 Februari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    jelaskan contoh pemanfaatan biologi dalam bidang pertanian dan industri? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    penerapan biologi dalam bidang pertanian? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    manfaat penerapan biologi di bidang pertanian Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Bagaimana cara memilih bibit unggul dengan radiasi? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    manfaat biologi di bidang pertanian ? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    perana biologi bagi kehidupan manusia dibidang kesehatan Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    tingkatan organisasinya apa?? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    para dokter dan biologiawan sedang melakukan penelitian tentang virus flu burung. cabang biologi apa saja yang diperlukan untuk mengkaji penelitian mengenai virus flu burung tersebut Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.