Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Biologi>Organisasi Kehidupan Tingkat Molekul dan Sel

Organisasi Kehidupan Tingkat Molekul dan Sel

oleh: Sejathi     Pengarang: Dewi Chandra; S.Pd
ª
 
Organisasi Kehidupan Tingkat Molekul dan Sel
Para ahli biologi telah mempelajari tingkat-tingkat organisasi ini selama berabad-
abad. Dalam abad ini dimana alat dan teknik sudah canggih, para biologiwan
dapat menyingkap lebih jauh ke dalam kerumitan benda-benda hidup. Mikroskop
elektron salah satunya, yang dapat menyingkapkan derajat struktur sub selular
(organel) serta organisasinya. Perhatikanlah gambar 2 berikut ini, mikroskop
cahaya dapat memperbesar benda/objek hingga 2000 kali, sedangkan mikroskop
elektron dapat memperbesar benda/objek hingga 500.000 kali.Dengan alat dan teknik kimia pun, struktur sub selular (organel) ini dapat dipisahkan
lagi menjadi makro molekul, molekul yang lebih sederhana, bahkan hingga atom-
atom (proton, neutron, dan elektron) yang membangunnya.
Telah diketahui bahwa salah satu ciri yang paling khas pada organisme hidup adalah
bahwa organisme dibangun oleh molekul yang mengandung atom karbon (C =
carbon), hidrogen (H), dan oksigen (O). Kimia senyawa-senyawa karbon itu
selanjutnya disebut Kimia Organik. Batuan (benda mati) dapat juga terjadi dari atom-
atom karbon tetapi hanyalah jika proses kehidupan telah menjadi batuan fosil. Namun
organisasi atom dan molekul dalam organisme hidup jauh lebih dinamik dari pada
yang terdapat dalam benda mati seperti batuan.
Tubuh organisme hidup tersusun atas molekul organik, yaitu molekul yang
mengandung atom karbon (C), hidrogen (H), dan aksigen (O). Molekul organik ini
ada 4 macam atau golongan yaitu: 1. Molekul lipid. Molekul ini mengandung sejumlah besar atom karbon, hidrogen,
serta oksigen, dan kadang kala ditambah Nitrogen dan Posfor. Di dalam sel
terdapat bermacam jenis lipid, diantaranya adalah lemak, fosfolipid dan steroid.
Lemak, baik lemak jenuh (yang berasal dari hewan) maupun lemak tak jenuh
(yang berasal dari minyak tumbuhan) merupakan sumber cadangan energi bagi
organisme hidup. Fosfolipid merupakan bagian penting penyusun membran sel.
Perhatikan gambar 3 mengenai struktur membran sel. Steroid misalnya kolesterol
merupakan bahan baku pembuatan garam-garam empedu, vitamin D dan
beberapa hormon (estrogen, progesteron, dan testosteron). Garam-garam
empedu penting untuk mengemulsi lemak agar lemak yang kita makan dapat
tercerna dan terserap usus kita. Bila kadar kolesterol dalam darah berlebihan
akan menjadi penyebab utama peyakit jantung koroner (penyumbatan pembuluh
nadi tajuk atau arteri koronaria).

2. Molekul karbohidrat. Molekul ini mengandung atom karbon, hidrogen dan
oksigen. Contoh karbohidrat adalah glukosa. Glukosa ini merupakan sumber
energi atau bahan bakar terpenting bagi organisme hidup. Glukosa ini juga
merupakan monomer atau unit/satuan penyusun polimer karbohidrat seperti pati
dan selulosa. Pati yang merupakan polimer dari glukosa, ada 2 macam yaitu
amilosa dan amilopektin. Pati tidak dapat larut dalam air jadi dapat dimanfaatkan
sebagai depot penyimpanan glukosa. Tumbuhan yang kelebihan glukosa akan
merubahnya menjadi pati sebagai makanan cadangan. Pati banyak terdapat dalam
kentang, padi, jagung dan gandum. Seperti halnya dengan pati, selulosa adalah
suatu polisakarida dengan glukosa sebagai monomernya. Tetapi bentuk ikatan
antarglukosanya berbeda dengan ikatan antar glukosa pada pati. Ikatan
antarglukosa pada selulosa sedemikian rupa menghasilkan suatu molekul yang
panjang, lurus, kaku dan rapat, sehingga selulosa berbentuk rangkaian serat
yang panjang dan kaku, suatu bahan baku yang sempurna sebagai penyusun
dinding sel tumbuhan.

3. Molekul protein. Molekul ini adalah makro molekul yang polimer (dibangun oleh
asam amino sebagai monomernya) dan tidak bercabang. Tersusun dari unsur-
unsur karbon (C), hidrogen (H) oksigen (O) dan nitrogen (N), dan kadang-kadang
disertai unsur sulfur (S), dan posfor (P). Kira-kira 50% dari berat kering organisme
hidup adalah protein. Protein dalam organisme hidup ini ada yang berperan sebagai
enzim, sebagai sumber energi misalnya untuk pergerakan otot, ada yang
bertanggung jawab atas pengangkutan materi melalui peredaran darah misalnya
hemoglobin dan zat anti bodi, ada pula yang berperan sebagai persediaan makanan
misalnya ovalbumin pada putih telur dan kasein pada susu. Protein juga
merupakan bahan untuk perbaikan, pertumbuhan dan pemeliharaan struktur sel
dari organ tubuh. Terdapat 20 macam asam amino yang membentuk berbagai
macam protein dalam tubuh organisme hidup.
4. Molekul asam nukleat. Molekul ini merupakan satu-satunya molekul yang
membawa informasi genetik organisme hidup. Terdapat 2 golongan besar asam
nukleat yaitu asam deoksiribonukleat (DNA) dan asam ribonukleat (RNA). Kedua
asam ini adalah polimer linier yang tidak bercabang, dengan nukleotida sebagai
monomernya. Satu nukleotida tersusun atas 3 bagian yaitu:
(a). Sebuah gula berkarbon 5 (pentosa) yaitu ribosa atau deoksiribosa.; (b) Suatu
basa yang berstruktur cincin dan mengandung nitrogen. Basa ini adalah adenin,
guanin, sitosin, dan timin atau urasil; (c). Satu, dua, atau tiga gugus fosfat yang
terikat pada atom karbon gula pentosa.

Diterbitkan di: 05 Februari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa struktur organisasi kehidupan tingkat molekul? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    molekul 1. contoh permasalahannya apa? 2. solusinya apa? 3. ilmu yang berhubungan dengan permasalahannya? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    tingkat organisasi kehidupan biologi molokuler Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa saja contoh organisasi kehidupan Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa yang dimaksud dengan molekul? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.