Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Biologi>Bioteknologi (part 2)

Bioteknologi (part 2)

oleh: uya387    
ª
 
A. Rekayasa genetika
Kebanyakan teknik rekayasa genetika memerlukan isolasi gen pembawa sifat-sifat yang diinginkan terlebih dahulu dan kemudian dikenalkan pada organisme yang sedang direkayasa.
Rekombinan DNA memantapkan gen baru sehingga gen menjadi suatu bagian tetap dari “kepustakaan genetik” penerima (reseptor).
Rekayas genetika modern dapat mengubah genotip organisme dengan cara mengenalkan gen-gen yang tidak pernah ada sebelumnya pada spesies-spesies tertentu. Dengan sendirinya, gen-gen dan potongan-potongan DNA yang pendek menjadi agak tidak stabil didalam sel dan terbongkar dengan segera. Mereka dapat distabilkan dengan cara menyambungnya menjadi untaian DNA yang lebih besar.
Teknologi menyambung gen telah menghasilkan tipe-tipe mikroorganisme baru yang secara genetik stabil dan bertindak sebagai “pabrik-pabrik mikroskopik”. Mikroba-mikroba yang direkayasa secara genetik dimanfaatkan sebagai pembersih saluran air, pembuatan bahan bakar, dan obat-obatan.

1. Teknologi Plasmid
Plasmid adalah suatu molekul yang bisa diturunkan secara stabil tanpa dikaitkan dengan kromosom.
Kunci untuk melakukan teknologi plasmid ini adalah dengan penyambungan gen, yaitu pengikatan suatu segmen DNA dari satu organisme ke DNA dari organisme lain. Gen yang diinginkan biasanya dihubungkan menjadi suatu lingkaran DNA bakteri yang kecil (plasmid). Plasmid mempunyai substansi yang berharga yang dapat diteruskan dari satu sel ke sel lain, misalnya dengan transformasi. Transformasi yaitu pemindahan sifat-sifat dari satu mikroba ke mikroba lainnya melalui bagian-bagian DNA tertentu dari mikroba pertama.
Sifat-sifat lain yang dapat dipindahkan melalui ekstrak DNA adalah sifat antigenik dan ketahanan terhadap antibiotik.
Menghubungkan gen-gen asing kedalam plasmid memerlukan rekombinasi genetik, yaitu pemisahan dan penyatuan kembali DNA.
Plasmid dapat menjadi racun (bersifat membangkitkan penyakit) dan protein lain yang bisa meningkatkan virulensi patogen.

2. Rekayasa genetik pada organisme bersel banyak
Para ahli bioteknologi berusaha mengubah gen dari organisme bersel banyak. Mereka berusaha memproduksi spesies tumbuhan panen/pertanian yang lebih resistean terhadap kekeringan, penyakit, kondisi tanah yang jelek, pestisida kimia dan herbisida
Tumbuhan yang direkayasa secara genetik tesebut mengandung gen-gen bakteri untuk fiksasi nitrogen dapat tumbuh dengan baik walaupun tumbuh ditanah yang mengandung sedikit nitrogen.
Dalam usaha lain, manfaat protein tumbuhan bagi diet manusia sedang ditingkatkan dengan menciptakan tumbuhan jagung atau kacang yang menghasilkan asam amino esensial.
Peneliti juga meneliti cara-cara untuk menyembuhkan penyakit genetik dengan terapi genetik, yaitu mencangkokkan suatu gen yang efektif untuk mengganti gen yang rusak atau hilang. Contohnya penderita diabetes disuntikan dengan cairan insulin.

3. Teknologi hibridoma
Merupakan suatu perkembangan dari kemampuan manusia untuk mengambil dua sel dari jaringan-jaringan yang berbeda dari organisme yang sama atau bahkan dari organisme yang berbeda dan menyatukannya bersama menjadi satu sel tunggal. Selanjutnya sel “hibrid” ini dapat dikembangkan untuk membentuk bertriliun-triliun sel, yang masing-masing mengandung satu gen yang lengkap dari dua sel asli.
Perekembangbiakan sel-sel hibridoma menghasilkan produk-produk yang diinginkan dalam jumlah yang luar biasa. Hibridoma sering digunakan untuk memperoleh antibodi yang selanjutnya dihasilkan untuk tujuan-tujuan diagnistik atau tera peutik (pemeriksaan dan pengobatan). Pembentukan hibridoma juga memberikan suatu jalan untuk menyilang atau memotong sawar spesies secara genetik dalam sel eukariotik sesuatu yang tak dapat diselesaikan dengan cara peleburan gamet secara seksual.

B. Pemanfaatan mikroorganisme dalam bioteknologi
1. Mikroorganisme sebagai penghasil dan pengubah bahan makanan
Apabila mikroorganisme digunakan sebagai sumber makanan, maka mikroorganisme dimanfaatkan sebagai protein sel tunggal (PST). Mikroorganisme dapat memanfaatkan sustrat (media tempat organisme hidup dan mendapat makanan) seperti selulosa, metanol, atau minyak bumi.
Mikroorganisme untuk pembuatan protein sel tunggal (PST) selain mempunyai waktu pergantian generasi (keturunan) yang lebih singkat, juga mempunyai kadar protein yang tinggi (± 80%) bila dibandingkan dengan protein kedelai (45%) dan protein ragi (50%).
Organisme fotosintetik adalah organisme yang menarik sebagai bahan PST, karena memanfaatkan cahaya sebagai sumber energi yang tak habis-habisnya.
Ragi, seperti Saccharomyces cerevicae atau Candida Utilis dapat dibiakan reaksi yang merugikan saluran pencernaan manusia, karena kandungan asam nukleat dan ragi jenis ini sangat tinggi sedangkan tubuh manusia tidak mempunyai enzim untuk memetabolismenya.
Penggunaan ragi ini secara langsung dapat menimbulkan sakit ringan seperti sakit encok. Oleh karena itu, PST dari ragi paling banyak digunakan sebagai makanan tambahan hewan.

a. Produk-produk dari perusahaan susu
Contohnya : keju, mentega, yoghurt

b. Fermentasi makanan non susu
Contohnya : asinan, acar, dan olive (kecap)

c. Minuman Alkohol dan cuka
Contohnya : Bir, Ale (bir yang keras), wine (anggur)

d. Mikrobiology Industry (industri mikrobiologi)
Contohnya : asam-asam amino, asam sitrat, enzim, dan vitamin.

2. Mikroorganisme sebagai penghasil obat
Mikroorganisme yang dapat menghasilkan obat antara lain :
a. Sefalosporin C, yang dapat membunuh bakteri yang tahan terhadap penisislin.
b. Streptomisin, dapat menjinakkan mikroorganisme yang tahan terhadap penisislin dan sefalosporin.
Salah satu produk pertama dari teknologi ini adalah interferon, yaitu sekelompok senyawa anti virus yang bermanfaat untuk mengobatai beberapa bentuk kanker. Sebelum rekayasa genetika, sel-sel manusia merupakan satu-satunya sumber interferon khas manusia.

3. Mikroorganisme sebagai pembasmi hama tanaman
Mikroba-mikroba semacam ini dimanfaatkan untuk mencegah kehilangan bahan makanan, sebagai akibat dari serangan hama. Misalnya, pemanfaatan bakteri hasil rekayasa yang disebut bakteri minuses keturunan dari pseudomonas yang cenderung melawan pembentukan es selama kondisi dingin, tidak seperti bakteri yang terjadi secar alami yang dapat membekukan air tumbuhan pada kondisi dingin.
Mikroba yag direkayasa secara genetik dapat meningkatkan hasil panen pertanian, meningkatkan kapasitas mengikat nitrogen dari bakteri Rhizobium. Keturunan bakteri yang telah disempurnakan dapat meningkatkan hasil panen kacang kedelai sampai 50% dan juga dapat membebaskan tumbuhan jagung dari ketergantungannya pada pupuk amonia (bakteri Azotobacter).

Diterbitkan di: 10 Juni, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    interferon sebagai produk farmasi bioteknologi dapat digunakan untuk mengobati penyakit kanker yang di peroleh dari hasil pengembangan teknik? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    Streptomyces sp. mikroorganisme digunakan dalam bioteknologi produk apa? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    interferon sebagai produk farmasi bioteknologi dapat digunakan untuk mengobati penyakit kanker yang diperoleh dari hasil pengembangan teknik apa? ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    tanaman transagenik, jawaban btul atau tidak.thanks. 16 Juni 2012
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    interferon sebagai produk farmasi bioteknologi dapat dignakan untuk mengobati penyakit kanker yang di peroleh dari hasil pengembangan tknik??? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    yang saya mau tanykan, apakah yang terkandung dalam ragi sehingga apabila dicerna akan sedikit berdampak buruk bagi tubuh seperti encok seperti yang tercantum diatas trimaksih mohon jweabannya :) ( 1 Jawaban ) Lihat semua
  1. Jawaban  :    Terima kasih atas pertanyaan yang diajukan. Jawabannya sebetulnya sudah ada di atas, yaitu ragi jenis ini memiliki kandungan asam nukleat yang sangat tinggi tetapi tubuh manusia tidak memiliki enzim untuk mematobolismenya. Demikian jawabannya. Terima kasih. 06 Juni 2011
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.