Saat ini teknologi tes DNA mulai dikenal publik. Sebelum bicara soal tes DNA, kita perlu mengetahui seputar DNA itu dan kaitannya
dalam mengungkap identitas seseorang. DNA (deoxyribonucleic acid) dalam bahasa Indonesia lebih dikenal dengan asam deoksiribonukleat. Itu merupakan jenis asam nukleat yang menyimpan semua informasi genetika manusia. DNA merupakan cetak biru (blueprint) segala aktivitas sel yang nanti diturunkan ke generasi berikutnya.
Dengan demikian, DNA juga berperan dalam menentukan jenis rambut, warna kulit, dan sifat-sifat khusus manusia. Jadi, seorang anak pasti memiliki ciri tidak jauh berbeda dengan orang tuanya. Sebab, komposisi DNA-nya sama dengan sang ortu. Struktur DNA terdiri atas dua untai yang berpilin membentuk struktur heliks ganda. Satu untai berasal dari ibu dan satu untai lagi dari ayah. Masing-masing untai terdiri atas rangka utama dan basa nitrogen yang menyatukan dengan untai DNA lain.
Empat basa yang ditemukan pada DNA adalah adenin (A), sitosin (C, dari cytosine), guanin (G), dan timin (T). Adenin berikatan hidrogen dengan timin, sedangkan guanin berikatan dengan sitosin.
Ada dua DNA yang biasa digunakan dalam tes, yakni DNA mitokondria dan DNA inti sel. Perbedaan dua DNA itu hanya terletak pada lokasi DNA, yang satu dalam inti sel sehingga disebut DNA inti sel, sedangkan yang lain terdapat di mitokondria.
Sampel DNA yang paling akurat digunakan untuk tes adalah DNA inti sel. Sebab, inti sel tidak bisa berubah. Contohnya untuk rambut. Untuk potongan rambut, yang paling penting diperiksa adalah akar rambutnya.
Tes DNA yang biasa digunakan adalah metode elektroforesis. Yaitu, mengambil sampel (darah/rambut), kemudian menganalisis pola DNA menggunakan marka STR (short tandem repeats). Dengan menganalisis STR itu, DNA tersebut dapat diprofilkan dan dibandingkan dengan sampel DNA yang terduga sebelumnya.
Di Indonesia, terdapat dua laboratorium yang bisa melayani konsumen dalam tes DNA. Dua tempat itu adalah Laboratorium Pusdokkes Polri Jakarta Timur dan Lembaga Bio Molekuler Eijkman Jakarta Pusat
Untuk di Lembaga Bio Molekuler Eijkman, biaya per paket tes DNA berkisar Rp 7,5 juta (orang tua dan anak). Hasil tes tersebut bisa diperoleh dalam 12 hari kerja, terhitung dari tanggal diterimanya sampel. Waktunya memang relatif lebih lama. Teknologi di Amerika Serikat bisa melakukannya hanya dalam waktu 3-5 hari kerja. (che/kkn)
Test DNA dengan Elektroforesis
Pengambilan sampel DNA (isolasi) dari bagian tubuh. Untuk sampel darah, digunakan bahan kimia phenolchloroform. Sedangkan sampel rambut, dipakai bahan kimia chilex. Pemurnian DNA dari kotoran-kotoran seperti protein menggunakan teknik sentrifugasi (diaduk) atau filtrasi vakum (penyedotan). DNA murni dimasukkan ke mesin PCR (polymerase chain reaction) sebagai tahap pengenalan.
Hasil ini adalah kopi urutan DNA lengkap dari DNA sampel. Karakterisasi kopi urutan DNA dengan elektroforesis untuk melihat pola pita. Pola pita inilah yang disebut DNA sidik jari (DNA finger print) yang akan dianalisis pola STR-nya. Tahap typing untuk memperoleh tipe DNA. Finishing untuk mencocokan tipe-tipe DNA.