Sistem pernapasan adalah bagian tubuh yang juga bertugas untuk fonasi dan artikulasi suara. Kemampuan ini didukung
oleh organ yang berbeda, beberapa dapat bergerak untuk mengatur aliran udara yang berasal dari paru-paru, sementara yang lain bertindak sebagai ruang resonansi.
Bila pita suara terpisah (saat berelaksasi) udara dapat lewat dengan bebas tanpa menggetarkannya. Suara dihasilkan melalui proses yang disebut fonasi.
Nada suara yang dihasilkan tergantung pada panjang dan ketegangan pita suara. Suara yang dihasilkan tinggi bila pita suara lebih pendek dan lebih tegang. Sebaliknya, jika pita suara lebih panjang dan lebih kendur, maka suara akan semakin berat. Pada pria dewasa, panjang pita suaranya antara 20 sampai 35 mm. Sementara pada wanita dewasa dan anak-anak, panjang pita suara mencapai 15 sampai 20 mm. Itulah sebabnya mengapa pria mempunyai suara lebih berat.
Intensitas (kuat lemahnya) suara yang kita hasilkan ditentukan oleh volume udara yang kita keluarkan dari paru-paru.
Kualitas suara lainnya adalah timbre, yaitu warna suara yang dapat membuat kita mengenali suara yang berbeda, walaupun nada dan intensitasnya sama. Timbre (warna suara) dipengaruhi oleh variasi aliran udara dan cara kita berbicara. Selain itu, warna suara juga dipengaruhi bentuk ‘ruang resonansi’, yaitu struktur mulut, pipi, hidung, rongga hidung, tekak, dan bahkan rongga dada (thorax).
Akhirnya, suara diartikulasikan melalui mulut, pharynx, dan hidung yang semuanya berperan penting dalam pengucapan.