Ternyata botox bisa menyebabkan otot rileks karena memblokir
impuls syaraf. Mungkin kamu berpikir “merilekskan” otot merupakan sesuatu yang baik, tapi bagaimana kalau yang dirilekskan adalah otot untuk bernafas—diafragma. Korban takkan bisa lagi bernafas lalu meninggal. Tentu saja, Botox sejatinya “aman” digunakan manusia untuk mengurangi keriput, setidaknya menurut FDA. Protein neurotoxin yang dihasilkan bakteri Clostridium botulinum ini melakukan hal itu dengan merilekskan otot di wajah yang menjadi sasarannya. Karena kulit wajah berhubungan erat dengan otot itu, maka otot yang dirilekskan tadi juga “merilekskan” kulit sehingga membuatnya tampak sedikit berkeriput. Namun efek ini berlangsung hanya beberapa bulan dan pasien harus disuntik lagi, yang tentu saja meningkatkan resikonya terbunuh oleh Botox.
Abstrak lain tentang Botox Bisa Membunuh