Pengantar
Biologi Kuantitatif Jika kita mengamati sejarah biologi, sebenarnya
minat atau perkembangan ilmu ini telah dimulai dari tahun 1600-an,
dan tetap
berkembang sampai saat ini. Salah satu hal dasar yang menjadi kunci dalam perkembangan
biologi ialah diketahuinya adanya
fenomena menurun oleh Gregor Mendel (konsep
genetika) dalam mahluk hidup, dimana sifat keturunannya bisa diprediksi. Nah,
masalah memprediksi ini membutuhkan pengetahuan matematika, jadi, jika sampai
saat itu fenomena biologi masih banyak yang bisa diakses secara subyektif,
tetapi sejak berkembangnya ilmu genetika, masalah subyektif ini sulit diambil
kesimpulan yang lebih pasti. Disinilah,
beberapa fenomena yang ada
di biologi membutuhkan bantuan numerik untuk
pemahamannya. Untuk ini, salah satu caranya dibuat menjadi kuantitatif
(menggunakan metoda matematika-statistika : dari sinilah muncul biometrika).
Saat ini, biometrika sangat luas penerapannya,
mulai dari penetapan ukuran dan format wajah seseorang hingga ke morfologi iris
di matanya, dengan dasar pemikiran bahwa tidak ada manusia yang sama persis,
maka biometrika menjadi berguna untuk identifikasi seseorang melalui
ukuran-ukuran dan format wajahnya. Pada hewan, biometrika berguna untuk
standarisasi galur seekor/ sekelompok
hewan, contohnya, Indonesia memiliki banyak jenis hewan asli seperti
anoa, sapi bali, kera, bekantan, jalak bali, dan lain-lain yang semuanya itu
belum ada standar biometriknya. Jika kita tidak memiliki data mengenai ini,
sangat disayangkan jika pihak asing yang justru memilikinya.
Fenomena-fenomena biologi yang dinyatakan secara
kuantitatif dalam kasus di atas dikenal sebagai biologi kuantitatif. Mengapa orang sampai berpikir ke arah itu? Jawabannya
sederhana, karena biologi adalah ilmu eksakta, maka beberapa permasalahan yang
ada di dalamnya juga membutuhkan ilmu eksakta untuk penyelesaianya. Salah satu
contoh sederhana dalam biologi kuantitatif ialah masalah demografi, dimana
pemerintah harus mampu memprediksi jumlah penduduk Indonesia di tahun 2010.
masih banyak contoh permasalahan
lain yang memerlukan pemahaman biologi
kuantitatif seperti mengukur respon melihat pada hewan, dan lain-lain.
Abstrak lain tentang pengantar biologi kuantitatif