Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Cara Mengkultur sel jaringan

oleh: wanenoor     Pengarang : sri kadarsih
ª
 
Mengapa perlu mengadakan kultur sel, para peneliti terpaksa memakai kultur sel sebagai subyek penelitiannya:
 mudah dikendalikan pada suhu, tekanan osmotik dan pH
 mudah dibuat homogen
 mudah diadakan karakterisasi
 sel-sel yang dalam organnya hidup secara siklik

Cara menanam kultur sel primer:
 Kerjalah dengan aseptik dan teliti
 Dipikirkan sel apa yang akan dikultur
 Sel dipisah-pisahkan dari jaringan
– enzimatik: tripsin, kolagenase
– Mekanik: gojog-gojog dan vorteks bergantian
 disaring dengan saringan yang tidak perlu terlalu kecil.
 Dihitung selnya sebelum ditanam, sel ada di dalam media tanpa zat penumbuh. Dengan memakai hemositometer
 Kalau hemositometernya mempunyai 2 bilik, untuk rata-rata dapat menghitung ulang di bilik satunya. Jika hanya satu bilik, cuci dulu dan hitung lagi dengan suspensi baru

Evaluasi kultur sel:
 jika sel hidup, media jernih dan warna media agak menguning
 jika sel mati, media makin jambu dan agak keruh
 dengan melihat dibawah mikroskop inversi, kelihatan sel melekat di dasar cawan
 jika sel mengapung di media setelah 24 jam, berarti sel mati
Tergantung pada desain penelitiannya
 sel sekresi, tetap mensekresikan sekret / hormon masuk ke dalam media
 penelitian dihentikan pada waktunya, seperti pada desain
 media dikumpulkan tiap cawan dalam satu tabung dan dikumpulkan sesuai dengan kelompoknya
 setelah media terkumpul semuanya, dikerjakan penghitungan konsentrasi substansianya
 Evaluasi juga dapat dengan
 menentukan kemampuan indeks proliferasi, dengan menghitung inti sel yang masih di dalam sel dibanding dengan yang ada diluar sel
 Menghitung jumlah inti, dengan membubuhkan timidin terlabel ke dalam cawan kultur, setelah kultur dicuci dengan bufer hangat.
 Didiamkan 24 jam dan kemudian sel dilepas dengan cangkul kultur dan dihitung b counter

Penanaman sel-sel tertentu perlu memakai matriks sel untuk pegangan sel, misalnya antara lain:
 Mioblas,
 hepatosit,
 endotel

Matriks sel merupakan larutan bubuk kolagen yang dilapiskan di atas cawan dan tunggu kering (buatlah 24 jam sebelum menanam).Kultur sel primer yang sangat mudah tumbuh adalah fibroblas, dalam 30 menit sudah menempel pada cawan kultur. Kalau menanam kultur dengan bermacam sel terutama ada fibroblas, setelah ditabur masukkan ke dalam inkubator dan tunggu 30 menit supaya semua fibroblas menempel. Keluarkan dari inkubator dan ambil media tanpa mengganggu dasar cawan, fibroblas ada didasar cawan, sel yang diinginkan ada di dalam media.

Jika menanam sel yang tercampur dengan eritrosit, pisahkan eritrosit dari sel-sel yang diinginkan dengan menambahkan EDTA. Ditunggu sebentar baru sel terpisah dari eritrosit. Subkultur, kalau kultur sudah konfluen (penuh di cawan kultur), sel dilepas dari cawan dengan memberikan 0,25% tripsin sambil cawan digoyang dan di bawah mikroskop, sehingga kalau sudah lepas kelihatan sel ikut goyang.
Diterbitkan di: 04 Februari, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.