Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Biokimia>Biogas Dalam Pandangan Fiqh

Biogas Dalam Pandangan Fiqh

oleh: Zamroni     Pengarang: M. Zamroni; S.Pd.I
ª
 
Perkembangan ilmu kimia dan Fisika telah berhasil mengkonversi kotoran Manusia menjadi energi alternative. Menurut kajian kimia, kotoran manusia mempunyai potensi energi. Potensi energi ini didapatkan melalui serangkaian proses kimiawi rumit sehingga menghasilkan gas. Lebih rincinya gas metana.
Pemanfaatan energi alternative kotoran manusia masih terkendala legislasi dari Fiqh tentang najis dan mutanajjis. Rumusan fiqh tentang gas masih belum dijabarkan secara rinci dan komprehensif. Rumusan yang diberikan fiqh, masih berpijak pada rumusan lama abad 1000 M disaat ilmu kimia belum berkembang seperti sekarang ini. Ironisnya rumusan ini masih terus dipakai hingga sekarang. Tidak salah, jika peninjauan ulang terhadap rumusan ini dilakukan.
Diterbitkan di: 15 Desember, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah kotoran manusia dapat di gunakan kembali? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa depenisi ushul fiqh??? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.