Inilah karya besar pertamanya Kepler (1597); terkompilasi
dalam Mysterium Cosmographicum atau Misteri Kosmos dimana ia meletakan seluruh filosofi struktur
alam semesta. Filosofinya menghormati sistem Copernican (yang awalnya diperkenalkan sebagai ide dimana planet-planet beredar dalam sebuah sistem lingkaran tambahan yang kompleks tapi beredar mengelilingi matahari)
dan ia mendukung sistem heliosentris, yang mengimplikasikan bahwa pusat alam semesta adalah Matahari. Kala itu “teori heliosentris” masih baru, tak teruji, dan sebuah ide yang tidak populer.
di lain pihak, sistem Copernican memang benar secara matematis, tapi secara fisika tidak dapat diterima. Di samping itu, karena pandangan awal di abad keenambelas mempercayai alam semesta adalah geosentris;
dengan bumi sebagai pusat alam semesta, teorinya Copernicus terasa mengejutkan bagi para astronomer saat itu. Dengan begitu, buku ini sangat krusial dan yang pertama mengakui sistem Copernican sejak kematiannya Copernicus, lima puluh tahun lalu. Pandangan Kepler berbeda dari yang lainnya. Ia ingin menyesuaikan teori-teori ke “hal-hal yang sudah ada” di alam ini. Ide-ide hebatnya mengenai tata ruang alam semesta yang tidak menarik rekan-rekannya, karena mereka percaya
orbit enam planet pas dengan lima ruang sempurna (kubus: enam sisi kotak, tetrahedron: empat sisi segitiga, octahedron: delapan sisi segitiga, dodecahedron: dua belas sisi segitiga, dan icosahedron: dua puluh sisi segitiga). Tiap ruang sempurna dapat dibatasi dan dimasuki satu lingkaran penuh.
Dalam sistem Kepler, di dalam sebuah kubus, adalah orbit Jupiter, yang membatasi sebuah tetrahedron. Di dalam sebuah tetrahedron, adalah orbit Mars, yang membatasi sebuah dodecahedron. Di dalam dodecahedron, adalah orbit Bumi, yang membatasi sebuah icosahedron. Di dalam sebuah icosahedron adalah orbit Venus, yang membatasi sebuah oktahedron. Yang terakhir, orbit Merkurius di dalam oktahedron. Inilah karya Kepler yang indah dan nantinya diakui kalangan luas.
Meski secara matematis tidak sempurna, konstruksi terlihat bagus dan cocok benar dengan perkiraan orbit-orbit planet. Dengan begitu... ia menggunakan sebagian besar volume buku ini untuk membandingkan observasi astronomi yang sebenarnya dengan prediksi-prediksinya. Kepler mengilustrasikan teorinya dengan percaya diri yang tinggi dan ia mempercayai ide-idenya... sampai pada tingkatan, apabila fakta tidak sesuai dengan teorinya, berarti ada yang salah dengan fakta itu sendiri. Kemudian, ia mulai bermain angka dan berusaha menemukan cara dimana sejumlah observasi dapat diinterpretasikan kembali. Salah satu idenya adalah mengamati baik-baik pusat orbit planet-planet. Pandangan awal Copernicus mempercayai bahwa planet-planet berorbit mengelilingi sebuah titik imajiner di angkasa luar. Tapi Kepler menempatkan “matahari” dalam pusat fisik alam semesta. Meski peralihan ini tidak menolong teori sisitem ruang yang sempurna, ia menarik kesimpulan yang tak pernah dibayangkan seorangpun. Kepler memindahkan matahari ke pusat alam semesta, menggantikan sebuah titik imajiner dengan sebuah obyek fisik, dengan begitu menghasilkan sebuah lompatan besar ke arat penggambaran fisik alam semesta yang akurat. Kepler menyadari bahwa posisi matahari adalah pusat alam semesta sangat masuk akal dan matahari adalah benda terkuat sealam semesta. Juga, meyakini matahari adalah alasan utama pergerakan planet-planet. Ia membayangkan sebuah gaya yang berasal dari matahari yang mengendalikan gerakan melingkar planet-planet di sekitarnya dalam orbit planet-planet itu dan gaya semakin melemah seiring dengan semakin jauh jaraknya dari matahari. Namun nantinya ide ini terbukti salah dan gaya yang Kepler bayangkan jauh dari konsep “kekuatan gravitasi” yang dalam kehidupan nyata mengarahkan planet-planet mengitari orbitnya sendiri. Biar bagaimanapun juga, idenya termasuk revolusioner serta menyediakan beberapa penjelasan pelengkap untuk gerakan samawinya planet-planet. Tentu saja, apa yang kita ketahui sekarang sebagai sistem solar pada dasarnya diatur oleh matahari dengan sembilan planet mengitarinya, dan kita sebagai anggota planet yang dapat dihuni, Bumi, menghormati fakta ini. Berterima-kasihlah kepada sejumlah astronom hebat seperti Copernicus, Kepler, dan Ptolemy dan masih banyak lagi, yang berusaha keras mengungkap misteri alam semesta dan menyertai penemuan besar mereka dengan bukti-bukti yang solid, yang kini amat kita percayai.
Abstrak lain tentang Misteri Kosmos - Mysterium Cosmographicum