Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Karmawibhangga

oleh: Alfatikhul     Pengarang : Hariyanto S.Thi
ª
 
Pertama, Karmawibhangga yang terdiri dari 160 relief di bagian paling bawah Candi Borobudur memiliki makna simbol suatu perilaku manusia yang memiliki berbagai macam akibat, baik pada kehidupan pada saat ini maupun di masa yang akan datang (setelah kematian). Kedua, Bagi manusia yang melakukan perbuatan buruk akan memasuki alam neraka yang penuh dengan siksaan, sedangkan yang melakukan perbuatan baik memasuki alam surga.

Namun, keberadaan mereka di kedua alam tersebut sebenarnya hanya sementara hingga manusia mampu memutus lingkaran hidup-mati-hidup atau memasuki nibbana. Ketiga, melambangkan riwayat hidup Sang Budha di masa lampau, seperti tentang kehidupan yang penuh kebajikan dan budi sampai dapat mencapai tingkat keBudhaan (terlepas dari sifat-sifat keduniawian atau kehampaan). Ketiga makna simbol relief Karmawibhangga tersebut berkaitan dengan ajaran Budha, yaitu hukum karma. Sebagaimana diketahui bahwa hukum karma merupakan salah satu ajaran pokok dalam agama Budha yang berisikan tentang segala sesuatu yang sedang terjadi pasti memiliki sebab yang mendahuluinya.

Dengan demikian, setiap orang yang melakukan perbuatan buruk pasti akan menuai hasil yang buruk pula dan begitu juga sebaliknya. Lebih dari itu, hukum karma dalam agama Budha tidak hanya berlaku dalam satu waktu kehidupan saja, tetapi berlanjut kepada masa kehidupan di masa yang akan datang. Hukum yang juga disebut dengan hukum sebab akibat ini akan berhenti berputar apa bila seseorang telah memasuki nibbana atau mencapai taraf keBudhaan.

Neraka dan surga yang menjadi bagian dari makna simbol relief Candi Borobudur juga menjadi bagian dari prosesi hukum karma. Bagi orang-orang pendosa yang tidak mengikuti ajaran Budha, maka sebelum dilahirkan kembali akan memasuki alam neraka dengan siksaan-siksaan yang sesuai dengan karmanya. Begitu pula sebaliknya, bagi orang-orang yang berbuat baik dengan mengikuti ajaran Budha akan memasuki alam surga, sebelum dilahirkan kembali. Semua itu akan terus terjadi hingga seseorang memasuki nibbana atau mencapai taraf keBudhaan.

Kunjungi http://ifqo.wordpress.com/
Diterbitkan di: 03 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa yang dimaksud dengan fosil Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.