Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Arsitektur>Mekanika Tanah dan Teknik Pondasi

Mekanika Tanah dan Teknik Pondasi

oleh: WangiKesturi     Pengarang: Dr. Ir. Suyono Sosrodarsono; Kazuto Nakazawa
ª
 
Mekanika tanah dan teknik pondasi, buku ini sangat bermanfaat untuk dunia teknik sipil. Buku ini berisi dari mulai klasifikasi tanah sebagai bahan pondasi hingga pemilihan jenis pondasi serta pembahasan mengenai gorong-gorong.

Tanah selalu berperan dalam pekerjaan teknik sipil. Karena tanah adalah pondasi pendukung suatu bangunan, atau bahan konstruksi dari bangunan itu sendiri seperti tanggul atau bendungan. Jadi dalam hal pekerjaan teknik sipiln kita hendaknya faham dan mengerti tentang fungsi-fungsi serta sifat tanah itu bila dilakukan pembebanan terhadapnya.

Hampir semua bangunan di buat di atas atau di bawah permukaan tanah, maka harus di buatkan pondasi yang dapat memikul beban bangunan itu atau gaya yang bekerja melalui bangunan tersebut.

Dalam hal ini klasifikasi tanah sangat diperlukan untuk memberikan gambaran sepintas mengenai sifat tanah untuk menghadapi perencanaan dan pelaksanaan. Klasifikasi tanah sangat diperlukan untuk hal-hal:
1. Perkiraan eksplorasi tanah (persiapan log-bor tanah, peta tanah dll).
2. Sebagai perkiraan standart kemiringan lereng dari penggalian tanah atau tebing.
3. Perkiraan pemilihan bahan.
4. Perkiraan persentasi muai dan susut
5. Pemilihan jenis konstruksi dan alat untuk konstruksi.
6. Perkiraan kemampuan peralatan untuk konstruksi.
7. Rencana pekerjaan/pembuatan lereng dan tembok penahan tanah (pemilihan jenis konstruksi dan perhitungan tekanan tanah).

Karena tanah tidak homogen dan tidak berupa satu kesatuan, maka hubungan antara tegangan dan regangannya tidaklah sama dengan sifat benda elastis padat. Tegangan di dalam tanah perlu dihitung apabila beban-beban bekerja pada permukaan tanah atau pada suatu kedalaman tertentu di dalam tanah, dengan maksud untuk mendapatkan jumlah penurunan yang disertai dengan perubahan akibat tekanan dalam tanah atau tekanan kontak yang bekerja pada permukaan tanah.

Sementara dalam hal pemilihan bentuk pondasi pun perlu kita perhatikan apakah pondasi itu cocok untuk berbagai keadaan di lapangan dan apakah pondasi itu memungkinkan untuk diselesaikan secara ekonomis sesuai dengan jadwal kerjanya. Bila tanah pendukung pondasi terletak pada permukaan tanah atau 2-3 meter di bawah permukaan tanah pondasinya adalah pondasi telapak. Begitu juga jika kedalamannya sekitar 10 meter di bawah permukaan tanah maka pondasi tiang apung (floating pile foundation). Dan jika kedalamannya mencapai 20 meter di bawah permukaan tanah, maka dalam hal ini tergantung dari penurunan (settlement) yang di izinkan. Jika kedalaman mencapai 30 meter maka biasanya dipakai jenis kaison terbuka, tiang baja atau tiang yang di cor di tempat. Dan bila kedalaman lebih dari 40 meter yang paling baik adalah tiang baja atau tiang beton yang di cor di tempat.

Dalam dunia teknik sipil, satu hal yang tak boleh di abaikan juga adalah gorong-gorong. Yaitu sebuah bangunan yang di bangun di bawah jalan atau tanggul-tanggul yang dipergunakan sebagai jalur penghubung yang di tempatkan di bawah tanah seperti saluran air, jalan lintasan, kabel telephon, pipa gas atau pipa kabel listrik.

Diterbitkan di: 25 Mei, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.