Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Agronomi - Pertanian>Manfaat unsur hara NPK (nitrogen,fosfor dan kalium) bagi tanaman

Manfaat unsur hara NPK (nitrogen,fosfor dan kalium) bagi tanaman

oleh: Teguhtrindaman     Pengarang : teguh triwahyudi
ª
 

A. N (Nitrogen)

Nitrogen merupakan unsur hara utama bagi pertumbuhan tanaman, yang pada umumnya sangat diperlukan untuk pembentukan atau pertumbuhan bagian-bagian vegetatif tanaman seperti daun, batang dan akar, tetapi apabila terlalu banyak dapat menghambat pembungaan dan pembuahan pada tanaman.

Fungsi Nitrogen bagi tanaman adalah :

  • Untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman
  • Dapat menyehatkan pertumbuhan daun, daun tanaman warnanya lebih hijau, kekurangan N menyebabkan khlorosis
  • Meningkatkan kadar protein dalam tubuh tanaman
  • Meningkatkan berkembangbiaknya mikro-organisme di dalam tanah. Sebagaimana diketahui hal itu penting sekali bagi kelangsungan pelapukan bahan organis.

Nitrogen diserap oleh akar tanaman dalam bentuk NO3- (Nitrat) dan NH4+ (Amonium), akan tetapi nitrat ini segera ter-reduksi menjadi ammonium melalui enzim yang mengandung molibdinum. Apabila unsur N tersedia lebih banyak daripada unsur lainnya, akan dapat menghasilkan protein lebih banyak.

Udara merupakan sumber Nitrogen yang terbesar. Akan tetapi pemanfaatannyabagi tanaman harus mengalami perubahan terlebih dahulu dalam bentuk Amoniak, Nitrat dan hal ini dapat dihasilkan oleh :

  1. Terjadinya halilintar di udara ternyata dapat menghasilkan zat Nitrat, yang kemudian dibawa air hujan meresap ke bumi
  2. Bahan organis dalam bentuk sisa-sisa tanaman dialam terbuka (misalnya pupuk kandang)
  3. Pabrik-pabrik pupuk buatan (seperti Urea, ZA, dll)
  4. Oleh bakteri-bakteri

Pemberian zat N terlalu banyak bagi tanaman penghasil buah akan kurang baik karena :

  • Akan banyak menghasilkan daun dan batang
  • Batang lembek dan mudah rebah
  • Kurang menghasilkan buah
  • Dapat melambatkan masaknya biji atau buah.

B. P (Fosfor)

Fosfor terdapat dalam bentuk phitin, nuklein dan fosfatide, merupakan bagian dari protoplasma dan inti sel. Sebagai bagian dari inti sel sangat penting dalam pembelahan sel, demikian pula bagi perkembangan jaringan meristem, pertumbuhan jaringan muda dan akar, mempercepat pembungaan dan pemasakan buah, penyusun protein dan lemak.

Fosfor diambil tanaman dalam bentuk H2PO4-, dan HPO4=.

Sumber zat fosfat berada di dalam tanah sebagai fosfat mineral yang terdapat pada :

a. Dalam bentuk batu kapur-fosfat (misalnya Cirebon fosfat, Muria fosfat, dll)

b. Dalam bentuk sisa-sisa tanaman dan bahan organis

c. Dalam bentuk pupuk buatan (Superfosfat, Dobel superfosfat, Cirebon fosfat, dll)

Sebagian besar P bersenyawa dengan Ca, Fe, dan Al

3Ca3(PO4)2 CaF2 (Apitit flour) tidak tersedia

3Ca3 (PO4)2 CaCo3 (Apitit Karbonat)

Ca3(PO4)2 (Fosfat Trikalsium)

3Ca (PO4)2 CaO (Apatit Oksida)

Ca HPO4 (Fosfat di Kalsium) mudah tersedia

Ca (H2PO4) (Fosfat Mono Kalsium) mudah tersedia.

Penyebaran Fosfat anorganik dapat digunakan untuk mengukur tingkat hancuran iklim.

Tanah yang belum mengalami tingkat hancuran iklim lanjut didominasi oleh fraksi Fosfat Kalsium. Tanah yang sudah mengalami tingkat hancuran iklim lanjut didominasi oleh fraksi

- Fosfat Aluminium

- Fosfat Besi.

Pemberian Pupuk P berlebihan, pada tanah liat, pupuk P dapat berubah menjadi padat, sukar larut dan tidak tersedia, terbentuk fosfat aluminium dan fosfat besi.

Tanah-tanah muda didominasi olah fosfat Kalsium, sedangkan tanah-tanah tua didominasi oleh fosfat Al dan Fe. Kelarutan fosfat Aluminium lebih besar dari fosfat besi, membuat tanah-tanah tua didominasi oleh fosfat besi.

Pada tanah berkapur, fosfat diendapkan pada permukaan CaCO3, membentuk fosfat Kalsium yang kurang larut. Sama halnya dengan Nitrogen, bagian terbesar fosfat didalam tanah terdapat dalam bentuk organis, fosfat didalam tanah sukar larut, sehingga sebagian terbesar tidak tersedia bagi tanaman.

Tersedianya fosfat sangat dipengaruhi oleh pH tanah, pada pH rendah ion fosfat membentuk senyawa yang tidak larut dengan Aluminium dan besi. Sedang pada pH tinggi fosfat terikat sebagai senyawa Kalsium. pH optimum untuk fosfat 6,5.

Pemberian pupuk fosfat, tidak seluruhnya tersedia untuk tanaman, karena terikat pada partikel tanah. Agar tanaman dapat memperoleh fosfat sesuai kebutuhan, maka pemberian fosfat harus melampaui daya fiksasi tanah.


C. K (Kalium)

Kalium sangat penting dalam proses metabolisme tanaman, Kalium juga penting di dalam proses fotosintesis. Bila Kalium kurang pada daun, maka kecepatan asimilasi CO2 akan menurun.

Kalium berfungsi :

a. Membantu pembentukan protein dan Karbohidrat

b. Mengeraskan jerami dan bagian kayu tanaman

c. Meningkatkan resisten terhadap penyakit

d. Meningkatkan kualitas biji atau buah.

Kalium diserap dalam bentuk K+ (terutama pada tanaman muda). Menurut penelitian Kalium banyak terdapat pada sel-sel muda atau bagian tanaman yang banyak mengandung protein, inti sel tidak mengandung kalium.

Sumber-sumber Kalium adalah :

a. Beberapa jenis mineral

b. Sisa-sisa tanaman dan jasad renik

c. Air irigasi serta larutan dalam tanah

d. abu tanaman dan pupuk buatan.

Diterbitkan di: 01 Oktober, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    dari manakah asal muasal ikan ikan dalam suatu kubangan air Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    manfaat dari nitrogen Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.