Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Agronomi - Pertanian>Kebutuhan Air Tanaman Jagung ( Zea mays, L.)

Kebutuhan Air Tanaman Jagung ( Zea mays, L.)

oleh: agussupriatna    
ª
 
Kebutuhan Air Tanaman Jagung ( Zea mays, L.)

Dalam perencanaan pengairan, yang perlu mendapat perhatian adalah kebutuhan air/evapotranspirasi tanaman. Evapotranspirasi tanaman dapat dikelompokan menjadi dua bagian yaitu evapotranspirasi potensial dan evapotranspirasi aktual ( Aqil dkk., 2009). ETP merupakan jumlah air yang ditranspirasikan dalam satuan unit waktu oleh tanaman yang menutupi tanah secara keseluruhan dengan ketinggian seragam, tidak pernah kekurangan air, dan tidak terserang hama penyakit. Dengan kata lain, ETP dapat diinterpretasikan sebagai kehilangan air oleh tanaman yang diakibatkan oleh faktor klimatologis. Penentuan nilai kebutuhan air tanaman (evapotranspirasi) sejauh ini masih berdasarkan pada persamaan empiris yang telah banyak dikembangkan (Doorenbos and Pruitt 1984, dalam Aqil dkk., 2009). ETA merupakan tebal air yang dibutuhkan untuk mengganti sejumlah air yang hilang melalui evapotranspirasi pada tanaman yang sehat. Nilai ETA adalah nilai kebutuhan air yang harus diberikan ke tanaman, atau merupakan dasar dalam penentuan kebutuhan air bagi tanaman di lapang dengan persamaan empiris:

ETA = ETP x Kc.......................................... ..................................................(1)

dengan: ETA = evapotranspirasi aktual (mm)

ETP = evapotranspirasi potensial (mm)

K c = koefisien tanaman

Koefisien tanaman (Kc) menggambarkan laju kehilangan air secara drastis pada fase-fase pertumbuhan tanaman, dan menggambarkan keseimbangan komponen-komponen energi yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman (FAO 2001, dalam Aqil dkk., 2009). Gambar 2.1, memperlihatkan tahapan pertumbuhan jagung dan koefisien tanaman yang digunakan untuk mengatur pemberian air. Koefisien tanaman mempunyai nilai antara 0,30 pada fase awal (10-25 hari), 0,4–1,1 pada fase vegetatif (25-40 hari), 1,2 pada fase pembuahan/ pengisian biji (35-45 hari), dan 0,5 pada fase akhir menjelang panen (10-25 hari).

Diterbitkan di: 15 April, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.