Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Agronomi - Pertanian>Visi PEMERINTAH INDONESIA DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN

Visi PEMERINTAH INDONESIA DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN

oleh: BobbyRachmat     Pengarang : Bobby Rachmat Saefudin
ª
 

VISI PEMERINTAH INDONESIA DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN

Pemerintah Indonesiamelalui Departemen Pertanian telah menetapkan visi dalam pembangunan pertanian yaitu pertanian industrial unggul berkelanjutan yang berbasis sumberdaya lokal untuk meningkatkan kemandirian pangan, nilai tambah, ekspor dan kesejahteraan petani. Visi pembangunan pertanian tersebut diarahkan untuk bisa mencapai “empat target sukses” yaitu :

1. Swasembada berkelanjutan. Prioritas program pembangunan diarahkan untuk mempertahankan swasembada (beras, jagung, gula konsumsi, telur dan daging unggas) agar terus berkelanjutan serta memacu produksi kedelai, gula industri, dan daging sapi agar tercapai swasembada pada akhir 2014.

2. Diversifikasi pangan. Keanekaragaman sumber karbohidrat dioptimalkan penggunaannya sehingga sumber pangan karbohidrat tidak lagi bergantung pada beras. Pemanfaatan sumber karbohidrat lain akan didorong hingga tercapai diversifikasi pangan yang cukup ideal dan proporsional sesuai potensi produksinya. Keragaman budaya didorong untuk menghasilkan aneka pangan yang menarik dan bergizi seimbang.

3. Peningkatan nilai tambah, dayasaing dan ekspor. Pembangunan berbagai usaha agribisnis di pedesaan untuk menumbuhkan industri hilir pertanian yang berbasis sumberdaya lokal. Dengan suntikan inovasi teknologi dan manajamen agribisnis, produk-produk yang dihasilkan dikembangkan sehingga punya nilai tambah dan dayasaing untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, nasional, regional dan internasional. Caranya adalah dengan mendorong upaya peningkatan nilai tambah, dayasaing dan ekspor produk pertanian, kemudian pada saat yang sama juga dilakukan substitusi impor secara bertahap. Upaya pemerintah dalam hal ini diantaranya :

· Revisi PP 17 tahun 1986 tentang kewenangan pembinaan agroindustri.

· Pengembangan agroindustri khususnya susu, kakao, tepung (modified cassava fermentation/MOCAF), mete, buah-buahan.

· Pengembangan padi atau beras organik untuk ekspor.

· Pengembangan grading & packaging house serta cool chain.

· Penerapan SNI wajib, penerapan sistem jaminan mutu (GAP, GHP, GMP) dan berbagai macam sertifikasi (Global GAP, GHP, Organic Farming, Keamanan Pangan/HACCP, MRL, dsb.) produk komoditi strategis.

· Menyusun usulan penyesuaian tarif/pajak/regulasi untuk mendorong pengembangan agroindustri dalam negeri.

· Intensifikasi promosi, market intelligent dan kerjasama pemasaran.

· Penerapan Sanitary and Phytosanitary (SPS) untuk perkarantinaan pertanian.

· Berbagai insentif investasi yang terkait dengan pembangunan pertanian: tax holiday, pengurangan pajak, insentif pembangunan food estate dan lainnya.

Sementara itu, target kegiatan peningkatan kualitas dan dayasaing produk tahun 2010-2014 diantaranya:

· 100% produk pertanian strategis berorientasi ekspor (segar dan olahan) mendapatkan sertifikasi.

· Rasio produk segar: olahan meningkat dari 80:20 ke 50:50.

· Substitusi impor: 10% tepung, 40% susu, 100% fermented cocoa bean pada 2014.

· Peningkatan net ekspor rata-rata 15% per tahun.

4. Meningkatkan kesejahteraan petani. Melalui revitalilasi penyuluhan dan revitalisasi kelembagaan petani, petani akan dibina melalui kelompok tani dan gabungan kelompok tani. Pembinaan petani diarahkan agar tercipta petani yang kreatif, inovatif, dan mandiri, serta mampu memanfaatkan iptek dan sumberdaya lokal untuk menghasilkan produk pertanian berdayasaing tinggi. Pada saat yang sama pemerintah akan mendorong terwujudnya sistem kemitraan usaha dan perdagangan komoditas pertanian yang sehat, jujur, dan berkeadilan.

Diterbitkan di: 28 Maret, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.