Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Agronomi - Pertanian>Pengaruh RADIASI SURYA DAN CURAH HUJAN TERHADAP TANAMAN LADA (Piper ni

Pengaruh RADIASI SURYA DAN CURAH HUJAN TERHADAP TANAMAN LADA (Piper ni

oleh: SyamsuddinJufri86     Pengarang: Syamsuddin Jufri; SP
ª
 
PENGARUH RADIASI SURYA DAN CURAH HUJAN TERHADAP TANAMAN LADA (Piper nigrum L.)

Radiasi Surya


Matahari merupakan kendali iklim yang sangat penting dan sebagai sumber energi utama di bumi yang menggerakan udara dan arus laut. Energi matahari diradiasikan serba sama kesegala arah, sebagian besar dari energi tersebut hilang ke alam semesta, dan sebagian kecil saja yang dapat diterima bumi (Tjasyono, 2004).

Radiasi surya merupakan sumber energi utama dan penting dimuka bumi melalui beberapa proses fisika atmosfer, meskipun hanya sebagian kecil dari radiasi yang dipancarkan matahari yang diterima dipermukaan bumi, namun radiasi tersebut sangat menentukan keadaan cuaca/iklim diatmosfer bumi. Energi surya merupakan penyebab pokok dari semua perubahan dan pergerakan di dalam atmosfer (Kandari, 2001).

Radiasi surya berpengaruh besar terhadap pertumbuhan tanaman, energi surya secara langsung menentukan atas berlangsungnya proses fotosintesis, periode siang dan malam yang panjangnya bervariasi, dan berpengaruh terhadap evapotranspirasi (Trewartha dan Horn, 1995).

Matahari menyalurkan energinya dalam bentuk radiasi ke bumi. Radiasi ini digunakan oleh tumbuhan untuk fotosintesis dan evaporasi (penguapan), yakni tumbuhan mengubah energi surya menjadi energi kimia. Radiasi surya berperan dalam fluktuasi suhu (Waters-Bayer et al., 1999).

Dalam melakukan fotosintesis, tumbuhan hanya membutuhkan sebagian kecil dari radiasi surya yang masuk yaitu berkisar 2-5% (Waters-Bayer et al., 1999). Lebih lanjut Harjadi (2002) menjelaskan bahwa 2% digunakan tanaman untuk respirasi dan 5% menjadi bahan kering.

Dalam proses fotosintesis tanaman, yang sangat berpengaruh terhadap produksi bahan keringnya yaitu kualitas sinar (panjang gelombang), intensitas sinar (kuat penyinaran), dan lamanya penyinaran (Ashari, 1995).

Pengaruh radiasi surya terhadap tanaman tergantung dari efesiensi pemakaian energi oleh tanaman. Lebih lanjut, dijelaskan bahwa efesiensi pemakaian energi surya yang paling penting adalah faktor intersepsi radiasi, karena merupakan faktor utama dalam menghitung produksi bahan kering dan dapat digunakan untuk membedakan produksi pada berbagai kondisi iklim dan manajemennya (Sitaniapessy, 1982).

Curah Hujan

Endapan (presipitasi) didefenisikan sebagai bentuk air dan es yang jatuh ke permukaan bumi. Meskipun kabut, embun, dan embun beku (frost) dapat berperan dalam alih kebasahan (moisture) dari atmosfer ke permukaan bumi, unsur tersebut tidak ditinjau sebagai endapan. Bentuk endapan adalah hujan, gerimis, salju dan es hujan. Hujan adalah bentuk endapan yang sering dijumpai dan di Indonesia yang dimaksud dengan endapan adalah curah hujan.

Curah hujan merupakan unsur iklim yang sangat penting bagi kehidupan di bumi. Jumlah curah hujan dicatat dalam inci atau millimeter (1 inci = 25,4 mm). Jumlah curah hujan 1 mm, menunjukkan tinggi air hujan yang menutupi permukaan 1 mm, jika air tersebut tidak meresap kedalam tanah atau ke atmosfer.

Hujan adalah tetesan dengan diameter lebih dari 0.5 mm, intensitasnya lebih dari 1.25 mm/jam. Gerimis adalah tetesan yang sangat kecil dalam jumlah besar yang tampaknya mengapung mengikuti arus udara, diameter kurang dari 0.5 mm dan intesitasnya kurang dari 1 mm/jam (Tjasyono, 2004).

sumber:

Ashari, S. 1995. Hortikultura, Aspek Budidaya. Universitas Indonesia Perss. Jakarta.

Harjadi, M, M, S, S. 2002. Pengantar Agronomi. PT. Gramedia. Jakarta.
Kandari, A. M., 2001. Modul Klimatologi Dasar. Buku I (Modul 1-5). Universitas Haluoleo.

Sitaniapessy, P. M. 1989. Klimatologi Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Patimura Ambon. Ambon.

Tjasyono, B. 2004. Klimatologi. Penerbit ITB. Bandung

Trewartha, G. T dan Horn, L. 1995. Pengantar Iklim. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta

Waters-Bayer, A., C. Reijntjes, dan B. Haverkort., 1999. Pertanian Masa Depan. Penerbit Kanisius.

Diterbitkan di: 25 Maret, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    adakah sumber energy utama dari segala sumber energy di alam semesta/bumi ini? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.