Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Agronomi - Pertanian>Studi Teknik Produksi Benih Tomat

Studi Teknik Produksi Benih Tomat

oleh: ZulfdeBurgrafe     Pengarang : Ratna Zulfarosda
ª
 
  • Cara Produksi Benih Tomat

    Teknik produksi benih menentukan mutu benih. Mutu benih tinggi dapat dicapai melalui aplikasi teknik budidaya yang tepat dan benar. Hal-hal penting yang diperhatikan pada budidaya tomat untuk produksi benih diantaranya tahap persemaian, persiapan lahan, perawatan tanaman, dan panen hingga pasca panen.
    1. Persemaian dilakukan terpisah antara tomat induk jantan dengan induk betina. Untuk menghindari kesalahan sebaiknya diberi label/penanda.
    2. Waktu persemaian tomat induk jantan dilakukan kurang lebih dua minggu lebih awal dari tomat induk betina. Ini dilakukan karena tomat induk betina berbunga lebih awal dibandingkan tomat induk jantan. Jika ditanam bersamaan, maka tanaman tomat jantan tidak mampu mencukupi kebutuhan serbuk sari untuk proses polinasi.
    3. Lahan yang digunakan harus bebas hama dan patogen penyebab penyakit seperti nematoda, layu bakteri maupun layu fusarium. Jika terdapat hama dan atau patogen tersebut, lahan sebaiknya tidak digunakan untuk menanam tomat dan tanaman satu famili selama 2 tahun.
    4. Roguing (pencabutan tanaman tomat berbeda varietas, off type) dilakukan rutin dan teliti agar kemurnian benih terjaga.
    5. Kastrasi tomat induk betina dilakukan pada bunga yang masih kuncup dan mahkota berwarna putih. Bila masih kuncup tetapi sudah berwarna kekuningan, lebih baik dibuang karena ada kemungkinan telah terjadi penyerbukan sendiri maupun penyerbukan silang.
    6. Bunga tomat induk jantan untuk proses polinasi dipilih yang berwarna jingga dan posisi mahkota bunga melengkung ke arah kelopak bunga.
    7. Polinasi efektif dilakukan mulai pukul 06.30-10.00, sedangkan kastrasi dapat dilakukan pukul 10.00-15.00.
    8. Buah yang dipanen harus masak fisiologis ditandai dengan warna buah merah.
    9. Buah tomat yang dipanen tidak langsung diproses untuk diambil bijinya, akan tetapi didiamkan sekurang-kurangnya 24 jam. Selama waktu tersebut terjadi proses perubahan kimiawi dan fisik pada buah, sehingga matang sempurna dan merata.
    10. Uji fisiologis (berupa uji daya tumbuh), uji genetik (berupa uji kemurnian), dan uji fisik (berupa uji kadar air) perlu dilakukan untuk menjaga kualitas sebelum benih dipasarkan.
    11. Pemeliharaan tetua dapat dilakukan dengan cara selfing. Bunga disungkup dengan kertas tipis (kerta selfing) sehingga kemungkinan terjadi penyerbukan silang rendah.
  • Semoga bermanfaat!
    Diterbitkan di: 12 Februari, 2012   
    Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    berapa lama tomat dapat dipanen Lihat semua
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa tanda atau ciri tomat induk betina dan induk janatan ? Terimakasih Lihat semua
    1. Menjawab   Pertanyaan  :    apakah hasil yang di dapat lebih maksimal dari besarnya buah dan banyaknya buah dalam satu pohon ( 1 Jawaban ) Lihat semua
    1. Jawaban  :    Besar buah bergantung pada karakter dan perawatan tanaman (utamanya pengairan yang memadai selama fase generatif). Sedangkan banyak buah, selain bergantung pada karakter dan perawatan tanaman, juga ditentukan dari ketepatan waktu saat polinasi. Jika polinasi dilakukan kurang atau lebih dari waktu efektif, maka buah cenderung gagal terbentuk. Terimakasih, semoga bermanfaat! 12 Februari 2012
    Terjemahkan Kirim Link Cetak
    X

    .