Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Cara Perawatan Gaharu

oleh: agungdeha     Pengarang : Agung Deha
ª
 
Untuk mendapatkan hasil optimal gaharu ada beberapa cara yang harus dilakukan. Cara-cara tersebut antara lain pembersihan gulma, penggemburan, pemupukan, dan pemangkasan.

Pembersihan Gulma

Selama proses perawatan umumnya banyak tumbuh gulma-gulma di sekitar tanaman. Karena itu perlu dilakukan penyiangan atau pembersihan gulma. Penyiangan gulma dapat dilakukan 4-6 bulan sekali hingga tanaman berumur 4-5 tahun. Radius 50 cm dari tanaman harus benar-benar bersih dari gulma. Namun apabila gulma yang tumbuh terlalu banyak di sekitar tanaman dapat juga menggunakan herbisida alami. Dengan herbisida alami selain bisa membunuh gulma, penyemprotan dengan herbisida juga menyebabkan tanah lebih gembur, dan menyuburkan tanah. Gulma bagian atas mati, dan akar gulma membusuk jadi pupuk.

Satu hal yang harus dilakukan adalah jangan sampai gulma-gulma menjadi sarang berbagai hama dan penyakit. Karena itu sebenarnya yang paling bagus tanaman bebas dari gulma. Di seluruh lahan harus benar-benar bersih, bersih dalam pengertian tidak banyak gulma pengganggu. Semut, ulat, dan hama-hama lain biasanya kerasan di daerah yang banyak ditumbuhi gulma. Hama-hama tersebut sangat berpotensi mengganggu pertumbuhan tanaman. Bisa jadi, tanaman mati gara-gara terserang hama. Karena itu pula gulma harus dibabat habis.

Penggemburan Tanah

Selain pemberantasan gulma, perawatan yang penting dilakukan adalah penggemburan tanah. Penggemburan dilakukan di sekitar tanaman dengan ketentuan radius 50 cm dari pohon. Penggemburan sangat penting dilakukan selain untuk menhilangkan gulma juga untuk menciptakan pertukaran oksigen dalam tanah sehingga mendukung dan meningkatkan laju penyerapan hara dalan tanah. Sebagaimana diketahui penggemburan sangat berdampak positif bagi pertumbuhan tanaman.

Penggemburan dilakukan setiap 4-6 bulan sekali sampai tanaman berumur 4-5 tahun. Perlu diketahui penggemburan tidak harus dilakukan selama itu, bisa juga dilakukan setiap 2 bulan sekali atau 7 bulan sekali tergantung kesuburan tanah di sekitar areal lahan.

Pemupukan

Dalam masa perawatan gaharu, kebutuhan pupuk sebenarnya tidak terlalu banyak. Karena pemupukan hanya dilakukan 3 bulan sekali. Bahkan ada yang melakukan pemupukan setiap 6 bulan sekali. Ada pula yang melakukan pemupukan setelah tanah digemburkan. Perawatan tanaman dengan pemupukan bahan organik sangat disarankan untuk mendapatkan pertumbuhan pohon yang optimal dan menghasilkan performa batang yang baik. Secara teknis pemupukan ditempatkan di sekitar pangkal yang telah dilubangi lalu ditutup dengan tanah.

Pupuk yang diberikan dapat berupa kompos sebanyak 3 kg/batang. Penggunaan pupuk kimia seperti NPK dapat juga ditambahkan setiap 3 bulan dengan dosis rendah (5 gr/tanaman) setelah tanaman berumur 1 tahun. Semakin tua usia tanaman dosis yang diberikan semakin bertambah. Pemupukan dihentikan setelah tanaman berumur lebih dari 2 tahun. Tujuannya adalah agar pertumbuhanya tidak terlalu cepat sehingga tingkat resistensi terhadap cendawan tinggi.

Pemangkasan Dahan

Pemangkasan cabang harus dilakukan untuk memacu pertumbuhan vertikal pohon sehingga diameter pohon dapat berkembang sesuai yang diharapkan dan menghasilkan jaringan batang yang siap untuk dilakukan inokulasi. Pemangkasan pohon dilakukan pada umur 3 sampai 5 tahun, dengan memotong cabang bagian bawah dan menyisakan 4 sampai 10 cabang atas. Pucuk tanaman dipangkas dan dipelihara cukup sekitar 5 m, sehingga memudahkan saat pekerjaan inokulasi.

Perawatan Gahru pada sistem Tumpangsari

Jika gaharu ditanam dngan model tumpangsari penggemburan jauh lebih mudah dan efektif. Selain untuk menyuburkan tanah untuk gaharu, penggemburan juga menyuburkan tanaman yang ditumpangsari. Pendek kata satu pekerjaan dapat menyelesaikan dua pekerjaan sekaligus. Di lihat dari berbagai sisi model tumpangsari ini menguntungkan.

Sebagai contoh perawatan tanaman gaharu di antara kebun sawit. Pada perawatan model tumpangsari ini tidak memerlukan teknik khusus. Bahkan, limbah dari pohon sawit bisa dijadikan pupuk bagi gaharu dan juga bagi sawit sendiri. Limbah pelepah sawit dapat dijadikan arang untuk pupuk sawit maupun gaharu. Tiap pohon membutuhkan enam kilogram arangu. Hasilnya cukup baik, dengan indikator pertumbuhan gaharu yang semakin baik dan kenaikan pH juga bisa bertambah.

Dalam sistem tumpangsari antara gaharu dan sawit lahan dibagi kedalam tiga kelompok. Masing-masing bagian dibuat konsep pelakuan jarak tanam. Bagian pertama terdiri 2 meter. Bagian kedua seluas 3 meter, dan pada area ketiga, sisanya ditanami dengan jarak 2-3 meter. Pembuatan jarak tanam ini memudahkan dalam pemberian pupuk arang pelepah kelapa sawit.

Dengan jarak yang benar pertambahan tinggi gaharu yang berumur 30 bulan atau 2,5 tahun dari enam bulan masa pemberian limbah arang pelepah sawit. Tanaman gaharu mengalami pertumbuhan hingga 70 persen sementara pertambahan diameter batang tanaman gaharu dengan umur yang sama bisa mencapai 72,20 persen.

Perawatan gaharu di antara sawit bisa dilakukan secara bersamaan. Gaharu tidak memerlukan cara perawatan khusus. Hanya saja membutuhkan kehati-hatian petani ketika membersihkan pelepah sawit agar pohon gaharu yang ada di bawahnya tidak rusak tertimpa pelepah. Selain itu kebersihan gaharu dari rumput liat di sekitarnya juga perlu diperhatikan.
Diterbitkan di: 10 Januari, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    gmn harga 10 thn ke dpn? keuntungan ikut mlm& mandiri& Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.