Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Agronomi - Pertanian>Kutu Putih (Pseudococcus spp.)

Kutu Putih (Pseudococcus spp.)

oleh: eagle2013    
ª
 

Kutu Putih (Pseudococcus spp.)

Menurut Kalshoven (1981), kutu putih (Pseudococcus spp.) dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

Kingdom: Animalia

Filum: Mollusca

Kelas: Gastropoda

Ordo: Homoptera

Famili: Pseudococcidae

Genus: Pseudococcus

Spesies : Pseudococcus spp.

Kutu betina berbentuk oval memanjang, beruas, tidakbersayap dan mampu bertelur sampai 300-500 butir,. Telurnya berwarna kuning terbungkus dalam jaringan seperti lilin yang longgar (Borror, 1971).

Telur menetas setelah 6-20 hari. Peletakan telur berlangsung selama 1 atau 2 minggu kemudian kutu betina mati. Nimfa muda menghisap cairan dari daun atau buah. Kutu putih bergerak lambat (Metcalf dan Flint, 1992).

Nimfa muda gerakannya lamban dan untuk tumbuh sampai dewasa memerlukan waktu 1-4 bulan. Bentuk kutu elips, berwarna coklat kekuningan, panjang ±3 mm, tertutup dengan massa putih seperti lilin yang bertepung. Sepanjang tepi badannya terdapat tonjolan terpanjang pada bagian belakang (Rukmana dan Sugandi, 2002).

KutuPseudococcus spp. cepat berkembang di daerah ketinggian 600 mdpl. Hidup secara koloni di bawah tanah dan kadang ditemukan di permukaan buah. Siklus hidup kutu ini sekitar 20-40 hari. Induk betina menghasilkan telur sampai 300 butir (Kalshoven, 1981).

Gejala Serangan Kutu Putih (Pseudococcus spp.)

Penyebaran kutu dapat disebabkan oleh angin, terbawa bibit, terbawa orang, maupun terbawa serangga lain dan terbawa burung. Keberadaan kutu yang cukup tinggi dan bersifat polipag mempunyai potensi menyebar yang sangat cepat. Disamping itu, dari sifat biologisnya yang merusak tanaman dengan cara menghisap cairan tanaman serta mengeluarkan racun, mengakibatkan terjadinya khlorosis, kerdil, malformasi daun, daun muda dan buah rontok, banyak menghasilkan eksudat berupa embun madu sampai menimbulkan kematian tanaman. Dengan demikian kutu putih ini memiliki potensi dapat merugikan ekonomis yang cukup tinggi (Direktorat Jenderal Hortikultura, 2010).

Hama ini merusak dengan cara mengisap cairan tanaman. Kuncup bunga dan buah muda yang diserang menjadi kering karena kehabisan cairan. Buah yang diserang menimbulkan kualitasnya menurun (Tjahjadi, 2002). Kutu putih merusak penampilan buah manggis. Kutu muda hidup dan menghisap cairan kelopak bunga, tunas atau buah muda. Kutu dewasa mengeluarkan semacam tepung putih yang menyelimuti seluruh tubuhnya (Kuntarsih, 2005). Kutu putih dewasa mengeluarkan cairan seperti gula yang selanjutnya dapatmenarik semut hitam dan menyebabkan timbulnya jelaga pada buah. Walaupun rasa buah kurang terpengaruh, kulit buah yang kotor menyebabkan kualitas buah menurun(Balai Penelitian Tanaman Buah, 2006).

Diterbitkan di: 03 Agustus, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.