Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Sains>Agronomi - Pertanian>Peranan Simbiosis Mutualisme antara anemon laut dan ikan klon

Peranan Simbiosis Mutualisme antara anemon laut dan ikan klon

oleh: JujunDiver     Pengarang : Samidjan
ª
 
Peranan Simbiosis Mutualisme Antara Anemon Laut Dan Ikan Klon (Amphiprion percula) Terhadap Kelangsungan Hidup Dan Pertumbuhannya.

Ringkasan

Mortalitas ikan klon (Amphiprion percula) dan anemon laut cukup tinggi yaitu sekitar 10% - 40%, disebabkan antara lain oleh rendahnya peran simbiosis mutualisme antara anemon laut (Sea anemone) dengan ikan klon, serta rendahnya daya dukung (carrying capacity) anemon laut terhadap ikan klon. Juga disebabkan oleh rendahnya kualitas dan jumlah cacing Tubifex sp sebagai pakan serta kondisi kualitas air yang kurang layak akan mengakibatkan rendahnya peran simbiosis mutualisme, sehingga survival rate dan pertumbuhan anemon laut dan ikan klon akan rendah.
Tujuan dari penelitian ini juga mengkaji:
1. Peranan simbiosis antara anemon laut dengan ikan klon terhadap pertumbuhan dan survival rate.
2. Penentuan penggunaan anemon laut dalam jumlah yang tepat dan jumlah cacing Tubifex sp yang tepat terhadap pertumbuhan serta survival rate dari anemon laut dengan ikan klon.
Percobaan ini dilakukan dilaboratorium pengembangan wilayah pantai (LPWP) Prof Dr. Gatot Rahardjo Joenos Undip, Jepara mulai dari bulan pebruari 1992 s/d Agustus 1992. Terdiri dari percobaan pendahuluan (1,5 bulan) dan percobaan utama (3,5 bulan).
Rancangan percobaan yang digunakan adalah pola percobaan faktorial 2 x 2 dengan rancangan dasar acak lengkap dicobakan 4 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang dimaksud adalah T113 diberi anemon laut dengan kepadatan 1 tentakel/1 ekor ikan klon/liter dan Tubifex sp 3% dari biomas ikan klon perhari. T115 diberi anemon laut 1 tentakel/1 ekor ikan klon/liter dan Tubifex sp 5% dari biomasa ikan klon perhari. T213 diberi anemon laut dengan kepadatan 2 tentakel/1 ekor ikan klon/liter dan Tubifex sp 3% dari biomasa ikan klon perhari. T215 diberi anemon laut 2 tentakel/1 ekor ikan klon/liter dan Tubifex sp 5% dari biomasa ikan klon perhari. Sedangkan sebagai kontrol digunakan perlakuan sebagai berikut :
1. T105= diberi anemon laut dengan kepadatan 1 tentakel/liter, tanpa diberi ikan klon dan diberi Tibifex sp 5% dari biomasa ikan klon perhari.
2. T015= tanpa anemon laut, tetapi diberi ikan klon kepadatan 1 ekor/liter dan diberi Tubifex sp 5% dari berat biomas ikan klon perhari.
3. T10F5.1= diberi anemon laut 1 tentakel/liter, tanpa ikan klon dan diberi pakan feses ikan mujahir.
4. T10F5.2= diberi anemon laut 1 tentakel/liter, tanpa ikan klon dan diberi pakan dari feses ikan buntak gedang.
5. T10F5.3= diberi anemon laut 1 tentakel/liter, tanpa ikan klon dan diberi pakan feses ikan chaetodon sp(kope-kope).
6. T10F5.4= diberi anemon laut 1 tentakel/liter, tanpa ikan klon dan diberi feses ikan samadar sebagai pakannya.
7. T115p= diberi anemon laut 1 tentakel/liter dan ikan klon 1 ekor serta diberi Tubifex sp 5% dari berat biomas ikan klon perhari/liter. Sedangkan akuarium ditutup dengan plastik hitam agar tidak terkena cahaya.
8. T315C= diberi anemon laut 1 tentakel(anemon karpet, anemon bross, anemon laut)/ 1 ekor ikan klon dan 5% Tubifex sp dari berat biomas ikan klon perhari.
Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan semakin meningkatnya jumlah tentakel anemon laut dan bobot Tubifex sp akan meningkatkanpertumbuhan dan survival rate dari anemon laut dan ikan klon. Survival rate anemon laut dari berbagai perlakuan dari tertinggi keterendah sebagai berikut: T215=83,33%; T115=66,67%; T113=66,67% dan T213=50%. Sedangkan survival rate ikan klon dihasilkan sebagai berikut: T215=73,33%; T213=66,67%; T115=63,33% dan T113=56,67%. Begitu juga pertumbuhan panjang anemon laut T215=6,62 cm; T213=6,22 cm; T115=6,02 cm; T113=5,90 cm. Sedangkan pertumbuhan panjang ikan klon untuk perlakuan T215=6,04 cm; T213=5,55 cm; T115=5,46 cm; T113=5,32 cm. Serta pertumbuhan berat ikan klon diperoleh sebagai berikut T215=4,04 gram; T213=4,03 gram; T115=4,03 gram dan T113=2,77 gram. Tetapi sebaliknya pada perlakuan kontrol ikan klon dan anemon laut tidak terjadi pertumbuhan dan mortalitasnya 100%.
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terjadi simbiosis mutulisme antara anemon laut dan ikan klon. Pertumbuhan dan survival rate tertinggi diperoleh dari perlakuan T215(diberi 2 tentakel anemon laut perliter dan diberi ikan klon 1 ekor/liter dan diberi pakan tubifex sp 5% dari biomas ikan klon perhari).

Diterbitkan di: 07 Juni, 2011   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.